Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Recount dengan LSB

220
Oleh: Muktiatun, S.Pd.
Oleh: Muktiatun, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan menulis merupakan suatu hal yang sangat menyulitkan bagi peserta didik. Terutama dalam menulis sebuah text recount. Untuk itu, seorang guru harus mempunyai media/alat untuk memudahkan siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis mereka. Media pembelajaran memiliki banyak ragam. Namun tidak samua media pembelajaran dapat diterapkan pada setiap materi pembelajaran. Sehingga perlu disesuaikan dengan jenis materi, karakteristik siswa, situasi, kondisi, serta tempat pembelajaran yang akan berlangsung.

Untuk itu, diperlukan kreativitas guru dalam memilih media pembelajaran. Sehingga pembelajaran dapat berjalan menyenangkan dan dapat membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Di SMP Negeri 1 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, penulis menggunakan LSB sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan perhatian siswa menulis text recount. LSB berasal dari kata Little Smart Book. LSB merupakan sebuah media pembelajaran yang berupa gambar berseri yang dibuat dan disusun dalam buku-buku kecil. Media pembelajaran LSB dapat mengarahkan pikiran peserta didik untuk mendapatkan ide dan kata – kata yang akan dituangkan dalam bentuk tulisan. LSB diharapkan mampu menggugah partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran menulis teks Bahasa Inggris dan dapat meningkatkan kemampuan dan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris.

Untuk mempermudah ide dan gagasan dalam bentuk tulisan diperlukan media pembelajaran sebagai petunjuk. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia media dalam pendidikan adalah alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengajaran atau pembelajaran. Media adalah segala sesuatu dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi, (Rahardjito, dkk, 2008:7).

Dalam pembelajaran yang akan dilakukan dalam pembelajaran ini, pembelajaran teks recount akan menggunakan media gambar berseri yang di wujudkan dalam sebuah media buku bernama LSB. Gambar berseri merupakan salah satu media yang menarik karena memudahkan peserta didik dalam belajar bahasa, memberikan kebermaknaan belajar dengan media autentik dalam kehidupan sehari – hari dan dapat memberikan keberagaman dalam belajar bahasa dan unsur – unsur bahasa. Gambar yang memenuhi kriteria pragmatis untuk tugas menulis adalah gambar – gambar berbentuk rangkaian cerita, (Burhan Nurgiyantoro, 2001:300).

Penggunaan gambar berseri diikuti dengan metode anak aktif, maka efektifitas pengajaran akan semakin baik. LSB juga dapat melengkapi media pembelajaran di sekolah. Di samping itu pula dapat diimbangi dengan kreasi-kreasi yang meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis kalimat. Menurut Standar Kompetensi Bahasa Inggris Departemen Pendidikan Nasional 2004, text recount adalah laporan peristiwa atau kegiatan yang terjadi di masa lampau. Tujuan komunikatif teks adalah melaporkan peristiwa dan kejadian atau kegiatan dengan tujuan memberitahukan atau menghibur. Struktur text recount meliputi, orientation, yaitu memberikan informasi tentang apa, siapa, di mana, dan kapan. Event (peristiwa), yaitu kegiatan yang terjadi, yang biasanya disampaikan secara berurutan. Re-orientation, yaitu yang merangkum rentetan peristiwa dan kejadian atau kegiatan (jika ada).

Ciri kebahasaan text recount menggunakan: nouns dan pronouns sebagai kata ganti orang, hewan, atau benda yang terlibat. Action verb atau kata kerja tindakan. Simple past tense. Conjunctions dan time connectives yang mengurutkan peristiwa dan kejadian atau kegiatan. Adverb dan adverb phrases untuk mengungkapkan tempat, waktu, dan cara. Adjectives untuk menerangkan nouns.

LSB dipakai sebagai media pembelajaran atau alat bantu mengajar guru yang sangat penting. Sebab, pertama, dengan LSB sebagai media, pembelajaran akan disajikan lebih menarik. Kedua, mengarahkan perhatian anak (anak perlu alat bantu untuk berkonsentrasi dalam mengamati gambar dalam pengajaran). Ketiga, membantu pengertian (menjelaskan cerita), karena pengertian anak akan sesuatu hal bisa berbeda dengan apa yang guru maksudkan. Sementara tidak semua guru dapat menceritakan dengan baik detail-detail ceritanya. Jadi, penggunaan LSB sebagai media pembelajaran adalah alat untuk menjelaskan yang sangat efektif. (gm1/aro)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan