Adaptasi Pembelajaran Descriptive Text Berbasis Classroom

285
Oleh: Dwijantoro Buntomo Septyadi, S.Pd., M.Pd.
Oleh: Dwijantoro Buntomo Septyadi, S.Pd., M.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan dasar dan menengah melalui kurikulum 2013 pada pelaksanaannya menekankan pentingnya keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Menurut Nuh dalam Mulyasa (2013: 7) menyatakan bahwa kurikulum 2013 bertujuan menghasilkan insan yang produktif, kreatif, inovatif, dan berkarakter. Serta pembelajaran dalam tataran yang memadai dapatlah dikembangkan melalui seluruh kecerdasan manusia secara operasional yang mencakup tiga dimensi.

Tiga dimensi dimaksud adalah: (1) pengembangan kognitif, kapasitas berpikir manusia dapat dikembangkan; (2) pengembangan psikomotor, bahwa kecakapan hidup manusia dapat ditumbuhkan; dan (3) pengembangan afektif, artinya dapat dibentuk manusia yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Dengan demikian pengembangan kualitas afektif, maka karakter peserta didik dapat dibentuk.

Berkaitan format tiga dimensi tersebut, disinggung juga tentang kondisi pembelajaran saat ini dari semula yang melaksanakan pembelajaran kelas berbasis luring (luar jaringan) atau tatap muka beralih menjadi daring (dalam jaringan) atau tatap maya. Perlu diketahui narasi sebelumnya, ketika masa-masa pembelajaran yang terjadi saat pertengahan semester genap di kelas VII E pada pelajaran bahasa Inggris SMP Negeri 43 Semarang yang tengah berlangsung pada medio Maret 2020 terkendala karena wabah pandemi Covid-19 yang dimaknai dengan berbagai implementasi protokol kesehatan terhadap banyak aspek-aspek bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang sosial kemasyarakatan, bidang budaya, ketatanegaraan, industri, perdagangan, dan aspek lain serta infrastruktur-infrastruktur yang ada, maka pembelajaran daring sangatlah berperan sebagai solusi kondisi saat ini.

Pada pembelajaran bahasa Inggris kelas VII E SMP Negeri 43 Semarang pada materi teks deskriptif kompetensi dasar 4.7.2 yaitu menyusun teks deskriptif lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana, terkait orang, binatang, dan benda, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan, secara benar dan sesuai konteks. Materi tertuang tentang deskriptif mengenai orang, binatang, benda, yang terdapat di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar peserta didik, termasuk bangunan publik yang dapat menumbuhkan perilaku yang termuat dalam kompetensi inti.

Implementasi sistem pendidikan khususnya pembelajaran pada masa pandemi ini dimaknai dengan adanya pola-pola pembelajaran daring melalui platform semisal quipper, ruangguru, lark, google classroom, kelas pintar, zenius, dan lainnya. Selanjutnya kehadiran piranti-piranti aplikasi tersebut yang terkoneksi pada jaringan aplikasi seluler dapat memudahkan user (guru dan peserta didik) mengakses pada waktu kapanpun, di manapun, serta kondisi apapun.

Pada kelas bahasa Inggris untuk menjembatani pengelolaan pembelajaran, maka guru mata pelajaran menggunakan google classroom karena memiliki banyak manfaat bagi guru dan peserta didik. Berikutnya bahwa google classroom terdapat pula drive, calendar, form, hangouts meet, docs, sheets, slide, termasuk Gmail. Efektivitas penggunaannya, kegiatan pembelajaran menjadi lebih produktif dan bermakna, mulai dari membuat akun agar terhubung, menyederhanakan penugasan, meningkatkan kolaborasi dan komunikasi karena guru dapat di satu tempat (website) dapat membuat kelas, memberikan materi, memberikan penugasan, melihat tagihan tugas, serta mengirim masukan kepada semua kelas, kelas tertentu, dan bahkan bisa kepada hanya peserta didik tertentu saja.

Kondisi demikian dapat dipraktikkan di kelas VII E dengan menggunakan pola pengelolaan pembelajaran melalui google classroom yang dapat menggugah belajar peserta didik karena pembelajaran lebih bervariasi dengan adanya video pembelajaran dari guru dan penugasannya lebih mengedepankan teknologi, karena selama ini pembelajaran hanya terfokus pada guru di depan kelas. Terdapat feedback dari peserta didik dengan dibuktikannya peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran deskriptif text. Asumsi tersebut dikuatkan juga siswa dapat mengirimkan tugas yang telah diselesaikannya dengan mengisi daftar absen online yang terdapat dalam aplikasi google classroom tersebut. Sehingga penyampaian materi descriptive text dapat dipahami dengan baik oleh peserta didik melalui implementasi teknologi pembelajaran. (gm1/aro)

Guru SMP Negeri 43 Semarang