Pembelajaran Kooperatif untuk Mengajar Kalimat Imperatif

355
Oleh : Tikno Wibowo S.Pd
Oleh : Tikno Wibowo S.Pd

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR bahasa Inggris tidak dapat dipisahkan dari belajar tata bahasa atau grammar. Sebagian besar siswa berpikir bahwa belajar grammar itu sulit dan membuang-buang waktu. Beberapa dari mereka ingin menguasai bahasa Inggris tanpa belajar grammar karena mereka menganggap hal tersebut tidak penting. Salah satu materi tata bahasa yang diajarkan di SMP adalah kalimat imperatif, materi ini sangat penting karena sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, faktanya berbeda. Penulis menemukan bahwa pemahaman siswa tentang kalimat imperatif di SMP Negeri 1 Lebakbarang masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah metode pembelajaran yang tidak melibatkan siswa untuk berpartisipasi secara langsung dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran tersebut dikenal sebagai metode pembelajaran konvensional. “Metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran,” (Djamarah, 1996). Para siswa dituntut untuk mendengarkan ceramah sepanjang pelajaran.

Untuk mengatasi rendahnya minat siswa dalam belajar kalimat imperatif penulis menerapkan metode pembelajaran kooperatif. Depdiknas (2003:5) menjelaskan bahwa pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan belajar, sehingga bersama-sama mencapai keberhasilan. Semua Siswa berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dan melengkapinya. Metode pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap perbedaan individu, dan pengembangan keterampilan sosial. Langkah-langkah pembelajaran kooperatif antara lain, menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengkomunikasikan kompetensi dasar yang akan dicapai serta memotivasi siswa, menyajikan informasi kepada siswa, mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok belajar, mengevaluasi hasil belajar dan memberikan penghargaan hasil belajar individual dan kelompok.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap materi kalimat imperatif dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif mengalami peningkatan yang lebih baik dari pada metode pembelajaran konvensional. Ada beberapa perbedaan antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif dan metode pembelajaran konvensional. Metode pembelajaran kooperatif membuat siswa lebih tertarik, lebih aktif, dan lebih termotivasi selama proses pembelajaran. Metode pembelajaran ini memaksa mereka untuk lebih banyak berinteraksi tidak hanya dengan guru tetapi juga dengan siswa lain. Ini menunjukkan bahwa siswa dapat menanggapi pelajaran dengan baik dan mampu memahami materi dengan lebih baik. Sementara dengan metode pembelajaran konvensional, siswa lebih pasif dan lebih sedikit melakukan interaksi dengan guru maupun dengan siswa lain.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara kolaboratif, akan membuat proses belajar lebih efektif dan lebih efisien, serta dapat menimbulkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Metode pembelajaran kooperatif diharapkan mampu meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. (ips2.1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 1 Lebakbarang Kabupaten Pekalongan