Mudah Kuasai Materi Listrik Dinamis Menggunakan Papan Model

319
Oleh : Tabikin, S.Pd.
Oleh : Tabikin, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Materi pembelajaran listrik dinamis banyak membahas konsep arus listrik, tegangan listrik dan hambatan listrik yang peristiwanya tidak dapat diamati oleh penglihatan kita. Kita dapat mengetahui adanya arus listrik, tegangan listrik dan hambatan listrik hanya dengan menggunakan alat ukur besaran listrik di antaranya dengan menggunakan basik meter dan multimeter. Untuk memudahkan siswa menguasai materi listrik dinamis harus dipilih model pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien (Hamalik 2014). Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran listrik dinamis adalah papan model.

Papan model adalah papan berlubang yang digunakan untuk membuat model rangkaian listrik. Dalam penggunaannya papan model dilengkapi dengan berbagai macam bentuk konektor yang dapat digunakan untuk menghubungkan antar titik pada papan model atau peralatan listrik seperti saklar, baterai, lampu, alat ukur atau resistor. Melalui media papan model siswa dapat melakukan praktik membuat model rangkaian terbuka dan tertutup, membuat rangkaian seri dan paralel, melakukan simulasi pengukuran tegangan listrik dan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian. Siswa dapat melakukan aktifitas cara membaca alat ukur arus dan tegangan listrik dengan mudah serta membedakan pengertian tegangan jepit dengan Gaya Gerak Listrik (GGL).

Untuk memahami perbedaan GGL dengan tegangan jepit, siswa melakukan pengukuran tegangan listrik baterai saat baterai belum dihubungkan dengan rangkaian listrik dan tegangan listrik setelah dihubungkan dengan rangkaian listrik. Dengan demikian siswa akan mengetahui perbedaan nilai tegangan antara keduanya bahwa nilai GGL baterai lebih besar dari tegangan jepit. Di samping itu siswa akan memahami cara memasang dan membaca alat ukur listrik dengan benar. Pada alat ukur analog angka yang ditunjukkan oleh jarum tidak langsung menunjukkan nilai arus atau tegangan listrik yang terukur. Nilai yang sebenarnya harus dihitung dengan membagi angka yang ditunjuk dengan angka skala maksimum, kemudian dikalikan dengan batas ukur yang digunakan pada alat ukur tersebut.

Dengan menggunakan papan model, praktik menemukan persamaan Hukum Ohm dapat dilakukan dengan mudah. Dalam kegiatan ini siswa melakukan pengukuran arus dan tegangan listrik pada rangkaian yang nilai hambatannya diubah – ubah. Siswa menuliskan data hasil percobaan dan melakukan analisis data yang diperoleh yang mengarah pada persamaan Hukum Ohm. Siswa akan mengetahui ternyata ada tiga variabel yang berpengaruh pada besaran listrik dinamis, yaitu tegangan listrik (V), arus listrik (I) dan hambatan listrik (R). Dengan menggunakan papan model ini siswa juga dapat mempelajari melalui praktik untuk mengetahui karakteristik dari rangkaian seri dan paralel.

Dengan menggunakan papan model ini ternyata hasil belajar IPA kelas IX pada materi Listrik Dinamis di SMP Negeri 1 Wonopringgo mengalami peningkatan dibandingkan tanpa menggunakan media tersebut. Melalui penggunakan papan model ini siswa akan lebih mudah menguasai materi listrik dinamis, terampil dalam membuat model rangkaian listrik dan terampil menggunakan alat ukur listrik. (gm1/lis)

Guru IPA SMP Negeri 1 Wonopringgo

Tinggalkan Balasan