Meningkatkan Speaking Skill dengan Metode Role Playing

339
Oleh : Uswatun Hasanah, S.Pd
Oleh : Uswatun Hasanah, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris adalah bahasa yang digunakan untuk komunikasi internasional. Di Indonesia bahasa Ingris dipelajari sebagai mata pelajaran wajib untuk sekolah tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi. Dalam pembelajaran bahasa Inggris ada empat keterampilan berbahasa yang harus dipelajari yaitu listening, speaking, reading dan writing. Empat keterampilan berbahasa tersebut terintegritas dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Keterampilan berbahasa Inggris yang dimaksud adalah terampil dalam berkomunikasi baik itu secara lisan maupun tertulis.

Kebutuhan kecakapan berbicara bahasa Inggris merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari di era globalisasi ini. Guru yang berfungsi sebagai fasilitator memegang peranan penting untuk membuat peserta didik cakap dalam berbicara bahasa Inggris. Terutama guru bahasa Inggris yang mmpunyai kompetensi dalam hal ini. Saat ini para pendidik terutama guru bahasa Inggris dihadapkan pada kenyataan bahwa motivasi siswa untuk berbicara bahasa Inggris sangat rendah. Dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru bahasa Inggris untuk membuat siswa ‘speak up’ dengan berbagai metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

Bagi orang bukan penutur asli, sering menemui kesulitan melafalkan setiap kata dan ungkapan dalam bahasa Inggris. Dari empat keterampilan berbahasa yang tersebut di atas keterampilan speaking adalah keterampilan yang paling tidak disukai oleh siswa karena beberapa alasan. Bisa jadi karena siswa tersebut merasa takut melakukan kesalahan ketika berbicara, atau malu dengan teman-temannya dan ada pula yang tidak memiliki perbendaharaan kosakata yang baik. Kondisi inilah yang terjadi pada siswa kelas X SMK Negeri Karangpucung. Jadi ketika pembelajaran speaking siswa cenderung diam dan pasif kalau disuruh bicara.

Di sini penulis berusaha mencari jalan keluar yang dinilai tepat untuk mengatasi kesulitan kemampuan speaking mereka. Sehingga siswa tidak lagi menemui kesulitan yang berarti ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan temannya. Begitu juga lawan bicaranya akan dengan mudah memahami isi pesan yang disampaikan. Menurut Nuraeni (2002) berbicara adalah proses penyampaian informasi dari pembicara kepada pendengar dengan tujuan terjadi perubahan, sikap dan keterampilan pendengar sebagai akibat dari informasi yang diterimanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut penulis menggunakan metode yang tepat dan nyaman ketika diterapkan di kelas sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri mereka ketika berbicara menggunakan bahasa Inggris. Penulis mencoba menerapkan metode Role Playing, menurut Husein Ahmad dalam (Hidayati, 2004:93) role playing adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan peranan, sikap, tingkah laku, dan nilai dengan tujuan menghayati perasaan, sudut pandang dan cara berpikir orang lain. Metode role playing diterapkan kepada individu siswa dalam memerankan suatu tokoh pada drama yang bersangkutan. Dalam hal ini kita bisa menggunakan teks dialog untuk bermain peran di kelas tetapi seolah-olah mereka berada di luar kelas. Sehingga dibutuhkan daya imajinasi yang tinggi.

Menurut Mulyasa (2005) pelaksanaan pembelajaran dengan role playing ada tujuh tahap. Tahap pertama pemilihan masalah, kedua pemilihan peran, ketiga penyusunan tahap-tahap bermain peran, keempat menyiapkan pengamat, kelima tahap pemeranan, keenam tahap diskusi dan evaluasi serta tahap terahir adalah pengambilan kesimpulan. Untuk keterampilan bahasa Inggris dapat diukur dengan indikator pronunciation, vocabulary, fluency, dan content yang dirancang oleh guru sendiri berdasarkan situasi dan kondisi kelas masing-masing.

Setelah merapkan metode role playing di kelas, terlihat kondisi yang berbeda di kelas X SMK Negeri Karangpucung dari sebelumnya. Siswa menjadi lebih aktif dalam mempraktikkan keterampilan speaking dan tentu saja menambah pengalaman mereka. Karena siswa mempunyai pengalaman untuk tampil berbicara bahasa Inggris dan tidak takut lagi untuk praktik berbicara bahasa Inggris karena mereka sudah mempunyai bekal kosakata yang cukup baik. Tentu saja kategori baik yang sesuai dengan tingkat kelas mereka. (ips1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMKN Karangpucung Kabupaten Cilacap
















Tinggalkan Balasan