Berkompetisi dalam Pembelajaran IPS dengan Teknologi Digital

371
Oleh : Taufan Suryo Rinto, S.Pd
Oleh : Taufan Suryo Rinto, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, kemampuan guru diuji untuk benar-benar eksis dan profesional di bidangnya. Pembelajaran yang dilakukan guru agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dengan perangkat instrumen penilaian yang ada.
Hal tersebut berlaku untuk semua mata pelajaran yang diajarkan, tidak terkecuali mata pelajaran IPS di SMPN 1 Karangdadap. Kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan ini harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif. Serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas dan kemandirian sesuai bakat minat dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Agar diri siswa dapat meningkatkan kompetensinya.
Namun pada kenyataannya masih banyak siswa yang pasif dalam mengikuti pembelajaran serta kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran tertentu. Terutama mata pelajaran IPS kelas VII pada materi kehidupan masyarakat pada masa Islam.

Apabila ditelaah lebih lanjut permasalahan pada materi ini disebabkan oleh 2 faktor yakni faktor internal (dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (dari luar diri siswa). Faktor internal berupa kurangnya kemauan siswa untuk memahami materi, sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berupa teknologi digital. Sehingga proses pembelajarannya kurang aktif, menarik dan menyenangkan. Hasil telaah ini didasari oleh hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis sebagai seorang guru.

Sementara itu, faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar pada materi kehidupan masyarakat pada masa Islam adalah kurangnya pemanfaatan media pembelajaran dengan menggunakan teknologi digital. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode ceramah dan penugasan, sehingga siswa cenderung pasif dan kurang antusias dalam belajar.

Untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa telah dilakukan kegiatan pengamatan dari diskusi kelompok. Namun upaya tersebut kurang efektif. Terbukti dalam kegiatan pembelajaran masih banyak dijumpai siswa yang masih menunggu temannya mengerjakan tugas lalu menyalin hasilnya.

Sementara siswa tersebut memilih bermain dan bercakap-cakap dengan temannya. Sehingga tidak fokus untuk memahami apa yang diajarkan oleh guru. Permasalahan pembelajaran ini sangat tidak diharapkan dan dikhawatirkan terulang pada kasus pembelajaran selanjutnya. Oleh karena itu perlu diupayakan sebuah solusi untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran dengan menggunakan teknologi digital. Dengan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, apabila dibandingkan dengan pembelajaran yang hanya ceramah dan diskusi, maka pembelajaran dengan menggunakan teknologi digital, siswa dirancang untuk termotivasi agar lebih aktif serta menanamkan bahwa belajar IPS itu mudah dan menyenangkan. Proses belajar yang efektif dan menarik juga lebih menekankan pada belajar untuk bisa mengetahui, belajar bekerja, belajar hidup bersama dan belajar menjadi diri sendiri. Untuk mengoptimalkan pembelajaran diperlukan media berupa sarana alat peraga teknologi digital.

Hal ini bisa memotivasi dan membuktikan pembelajaran mata pelajaran IPS kelas VII di SMPN 1 Karangdadap berjalan dengan baik dan menarik. Siswa dapat menikmati alur-alur pembelajaran dengan seksama dan siswa mengikutinya dengan rasa senang dalam menerima pembelajaran selanjutnya.

Melalui media pembelajaran menggunakan teknologi digital ini diharapkan terjadi peningkatan pada proses pembelajaran yang baik dan efisien yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Media pembelajaran ini bisa diartikan semua benda yang menjadi perantara terjadinya proses belajar,dengan menggunakan perangkat lunak maupun keras yang berfungsi sebagai media pembelajaran berbentuk alat peraga dan sarana pembelajaran.

Maka, pembelajaran menggunakan teknologi digital merupakan pendorong keberhasilan yang sangat diperlukan yang sifatnya melengkapi dan merupakan bagian yang integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. (ips1/lis)

Guru IPS SMP Negeri 1 Karangdadap, Kabupaten Pekalongan
















Tinggalkan Balasan