Asyik Belajar Karakteristik Geografis ASEAN dengan Make A Match

213
Oleh: Samsudin, S. Pd
Oleh: Samsudin, S. Pd

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN yang menarik dan suasana kelas yang hidup akan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi pada siswa. dengan semangat belajar yang tinggi akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang tentunya akan menjadikan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Untuk mendapatkan suasana kelas yang hidup dan menarik tentunya seorang guru harus menggunakan berbagai cara, baik itu dengan media, alat peraga ataupun metode pembelajaran yang disukai oleh siswa. Suasana pembelajaran yang menarik tentunya menjadikan semangat belajar siswa menjadi lebih tinggi dan tentunya hasil belajarpun akan meningkat.

Materi tentang karakteristik geografis ASEAN merupakan salah satu materi yang terdapat pada Kurikulum 2013 kelas VI mata pelajaran IPS. Materi ini kurang menarik dan kurang diminati oleh siswa karena materi ini harus menuntut siswa untuk menghafal. Selama ini pembelajaran materi Karakteristik Gografis ASEAN diajarkan dengan cara yang monoton, tidak melibatkan siswa secara aktif sehingga siswa merasa cepat bosan. Untuk membuat pembelajaran menjadi hidup dan menarik, guru harus menggunakan metode yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Kali ini dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match.

Pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match merupakan metode untuk membuat pasangan jawaban menjadi cocok sembari melakukan aktivitas menggali ilmu tentang sebuah teori dalam sebuah mata pelajaran yang ada di sekolah. Manfaat model pembelajaran Make A Match adalah bisa mengembangkan siswa untuk terus aktif dalam pembelajaran. Ini bisa menjadi solusi pemerataan pemahaman setiap materi, disamping itu siswa juga bisa belajar kerjasama dan rasa tanggung jawab.

Pada Sekolah Dasar Negeri Gombong Kecamatan Pecalungan, penerapan model pembelajaran ini oleh guru kelas VI saat membelajarkan materi Karakteristik Geografis ASEAN. Metode pembelajaran Make A Match dilaksanakan ke sebuah kelas dengan atmosfer yang ceria sebab dalam prosesnya siswa diharuskan untuk berlomba memadukan kartu yang telah diterima dengan waktu yang telah ditentukan. Langkah yang dilakukan yaitu dimulai dengan guru merancang sebuah teori yang sesuai dengan siswa untuk diulas. Guru membuat dua kategori kartu yang terdiri dari soal dan jawaban yang ada gambarnya mengenai karakteristik geografis ASEAN. Siswa akan menerima sebuah kartu dan mencari solusi jawabannya.

Seluruh siswa akan melacak kembaran dari kartu yang sesuai. Contohnya siswa yang memiliki kartu soal mengenai gunung tertinggi di Malaysia akan melacak kembaran dengan hasil “ Gunung Kinabalu”. Siswa yang bisa menemukan kartu yang sesuai akan mendapatkan skor atau nilai. Bila siswa tidak bisa menemukan kartu yang sesuai akan memperoleh sanksi yang telah diputuskan. Bila suatu sesi telah berakhir maka kartu akan diundi kembali. Siswa bisa fleksibel mencocokan dengan siswa yang kiranya memiliki jawaban yang cocok, walaupun siswa tersebut sudah ada siswa lain yang telah memilih jawaban itu. Langkah terakhir guru akan membimbing seluruh kelas untuk melahirkan kesimpulan.

Model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari pembelajaran ini yaitu membuat siswa berkembang dalam aktivitas belajar dari segi kognitif dan juga motorik. Teknik ini bisa membuat siswa merasa nyaman dan asyik sebab terdapat komponen permainan. Mengembangkan siswa dalam pemahaman setiap materi belajar. Keberanian siswa akan terbangun karena model pembelajaran ini merupakan sarana berlatih untuk tampil di depan kelas. Siswa mampu untuk menghormati waktu belajar dan bisa bersikap disiplin.

Sedangkan kekurangan dari model pembelajaran ini yaitu bila metode pembelajaran tidak matang, akan ada waktu yang terbuang mubazir. Pelaksanaan metode ini akan memakan energi mental yang tinggi karena siswa bisa berpasangan dengan orang lain yang tidak akrab. Berpasangan dengan lawan jenis misalnya.

Dengan melihat kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif dengan tipe Make A Match, model pembelajaran ini sangat membantu guru dalam meningkatkan semangat belajar siswa. Dengan semangat belajar yang tinggi tentunya juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Model pembelajaran ini terbukti meningkatkan prestasi belasar siswa SDN Gombong Kecamatan Pecalungan, selain itu juga menjadikan suasana kelas yang aktif dan menarik sehingga siswa dapat belajar dengan semangat. (on1/zal)

Guru SDN Gombong, Kabupaten Batang

Tinggalkan Balasan