alexametrics


Pemahaman Karakter dan Tokoh Wayang Ramayana Lebih Asyik dengan Kuis Kahoot

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Hasil observasi yang diberikan kepada siswa SMP Negeri 29 Semarang tentang banyaknya siswa yang berbicara ketika proses pembelajaran berlangsung, kurang memperhatikan penjelasan guru sebesar 60,25 persen siswa menyatakan ’ya’.

Penyebabnya adalah sebagian besar siswa merasa bosan dengan cara guru dalam menyampaikan materi. Ketika siswa mengikuti pembelajaran bahasa Jawa, siswa tidak tertarik terhadap materi pelajaran bahasa Jawa khususnya pemahaman karakter dan tokoh Wayang Ramayana.

Siswa di SMP Negeri 29 Semarang sebagian tidak mengenal karakter dan tokoh wayang Ramayana. Tingkat pemahaman siswa terhadap karakter dan tokoh wayang Ramayana sangat rendah. Dalam Kurikulum 2013 Muatan Lokal Bahasa Jawa (2013: 5) arah pembelajaran bahasa Jawa, adalah untuk menyelaraskan keberadaan bahasa, sastra, dan aksara Jawa sebagai unsur kebudayaan Jawa untuk mewujudkan keadaan masyarakat yang lebih berbudaya. Dan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam bahasa, sastra, dan aksara Jawa, sebagai bahan masukan untuk pembangunan karakter dan ketahanan budaya.
Pada Kurikulum 2013 Muatan Lokal Bahasa Jawa di kelas IX semester 1, pada kompetensi pengetahuan terdapat kompetensi dasar memahami teks cerita Ramayana (Anoman Duta). Pada materi ini, sebelum siswa memahami teks cerita Ramayana, terlebih dahulu perlu memahami karakter dan tokoh wayang Ramayana. Untuk itu perlu diupayakan pengembangan strategi dan media yang dapat menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat memahami karakter dan tokoh wayang Ramayana.

Salah satu media yang digunakan di SMP Negeri 29 Semarang adalah menggunakan kuis Kahoot. Kahoot adalah salah satu media online yang dapat digunakan dalam pembelajaran yang menyenangkan, menimbulkan pengalaman baru dan memperoleh pengetahuan serta informasi.

Kahoot adalah website edukatif yang pada awalnya dikembangkan oleh Johan Brand, Jamie Brooker dan Morten Versvik dalam sebuah joint project dengan Norwegian University of Technology and Science pada Maret 2013. Pada bulan September 2013 Kahoot mulai dipublikasikan. Setelah satu tahun diluncurkan, Kahoot memiliki lebih dari 1,5 juta pengajar yang telah terdaftar dan 49 juta pembelajar yang terdaftar untuk memainkan permainan ini (Marissa Correia and Raquel Santos, 2017).

Kahoot merupakan salah satu media pembelajaran online yang berisikan kuis dan game. Peralatan yang harus dipersiapkan dalam memainkan Kahoot ini adalah laptop utama, digunakan untuk membuka soal dan kontrol guru. Kemudian proyektor, digunakan untuk menampilkan tampilan soal pada laptop ke layar agar mampu dilihat banyak siswa. Perangkat siswa bisa berupa laptop, ponsel cerdas atau tablet, digunakan untuk menjawab soal pilihan dan jaringan internet.
Kahoot memiliki empat fitur yaitu game, kuis, diskusi, dan survei. Untuk game, bisa dibuat jenis pertanyaan dan menentukan jawabannya serta waktu yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Jawaban diwakili oleh gambar dan warna. Peserta diminta untuk memilih warna atau gambar yang menjadi jawaban yang tepat. Selain mencari jawaban yang tepat, peserta memastikan tidak salah sentuh (klik) ketika memilih jawaban.

Tahap selanjutnya memainkan kuis pada pembelajaran di kelas. Kuis bisa digunakan pada saat pre-test sebelum masuk pada materi baru, latihan, post-test, penguatan materi, remedial, pengayaan dan lainnya. Pembelajaran pemahaman karakter dan tokoh wayang Ramayana dilakukan dengan cara memasukkan gambar tokoh wayang ke aplikasi kahoot. Para siswa dapat melihat hasilnya secara langsung dengan urutan peringkat.

Pada akhir kuis guru menunjuk salah satu gambar wayang. Setelah itu siswa menceritakan tentang tokoh wayang Ramayana tersebut. Sedangkan teman yang lain memperhatikan dan menyimak isi cerita dari teman. Selanjutnya siswa yang lain memberikan tanggap tentang apa yang telah diceritakan temannya. Dengan Penerapan Kahoot, siswa di SMP Negeri 29 Semarang lebih fokus belajar. Suasana menyenangkan dan siswa berminat pada pelajaran bahasa Jawa dengan materi cerita wayang Ramayana. Di samping itu terdapat peningkatkan pemahaman tentang karakter dan tokoh wayang Ramayana. (ips1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 29 semarang

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

DPC PDIP Demak Vaksinasi di Delapan Titik

Elsha Yasmine, Sukses Bisnis Sate Taichan

Belum Genap Sebulan, Terjadi 15 Kebakaran

Populer

Artikel Menarik Lainnya