Pembelajaran Arus Listrik dengan Eksperimen Baterai Buah Jeruk Lemon

8404
Oleh : Isnawati S.Pd.SD
Oleh : Isnawati S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, MUATAN-muatan listrik dapat berpindah jika ada beda potensial yang dihasilkan oleh sumber listrik, seperti baterai atau aki. Muatan listrik yang berpindah melalui beda potensial inilah yang kita kenal dengan arus listrik. Arus listrik mengalir dari dari kutub positif baterai menuju kutub negatif baterai. Arus listrik dapat mengalir melalui rangkaian seri dan rangkaian paralel.

Siswa kelas VI SD Negeri 02 Mojo Ulujami Pemalang pada mata pelajaran IPA materi Arus Listrik semester II bereksperimen membuat energi alternatif dari buah jeruk lemon untuk menyalahkan lampu LED pada saat pembelajaran di kelas.

Semua siswa sangat antusias melakukan eksperimen tersebut, sampai membawa berbagai macam buah dari rumah untuk membuktikan apakah selain buah jeruk seperti pisang, apel, bengkoang juga bisa digunakan sebagai energi alternatif untuk menyalakan lampu LED? Mereka melakukan eksperimen dengan langkah kegiatan yang sesuai prosedur.

Langka kegiatannya sebagai berikut, pertama, membuat kelompok dengan anggota empat siswa. Kedua, masing-masing kelompok menyiapkan alat dan bahan yang terdiri dari buah jeruk lemon/nipis 4 buah, koin logam/paku seng, tembaga,lampu LED 2 buah, dudukan lampu 4 buah, kabel sepanjang 25 cm 8 buah, sakelar (dirakit dari styrofoam 5 sentimeter x7 sentimeter x1 sentimeter, klip kertas, dan paku payung). Ketiga, setiap jeruk ditusuk paku seng/koin logam yang berfungsi sebagi kutub negatif (-), dan satu lempeng tembaga yang berfungsi sebagai kutub positif (+), pada satu belahan yang sama pada satu buah jeruk lemon. Keempat, merangkai baterai dari 1 buah jeruk lemon dengan menancapkan koin logam dan paku ke jeruk lemon sebagai sel baterai dari buah jeruk lemon kemudian paku disambungkan dengan kabel tembaga ke lampu LED dan sakelar menjadi rangkaian seri. Hasilnya lampu LED dengan 1 buah jeruk lemon menyala dengan kedipan, setelah disambungkan/ditambah baterai buah 2 buah jeruk lemon lampu menyala redup. Sampai proses ini siswa makin semangat belajar dan paham kalau baterai jeruknya ditambah lagi menjadi 4 buah jeruk lemon maka lampu menyala makin terang dan tidak berkedip-kedip lagi.

Penulis selaku wali kelas VI dan guru pembimbing dalam eksperimen baterai buah jeruk lemon menjelaskan bahwa jeruk lemon merupakan alternatif larutan elektrolit karena mengandung senyawa asam sitrat sehingga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik yaitu energi alternatif pada baterai. Dimana satu buah jeruk lemon dapat menghasilkan tegangan sampai dengan 1 volt, dan tegangan akan bertambah jika jumblah buah jeruk lemon juga ditambah.

Dari hasil percobaan/eksperimen, dapat ditarik kesimpulan bahwa jeruk lemon dapat mengalirkan arus listrik karena mengandung senyawa kimia seperti asam sitrat, asam amino, glikosida kalsium dan lain-lain. Buah jeruk lemon dapat menyalahkan lampu LED setelah dirangkai secara seri. Dengan eksperimen ini membuat siswa semakin semangat dalam belajar dan meningkatkan hasil belajar siswa yang awalnya mendapatkan nilai rata-rata kurang dari 75,89 setelah menerapkan metode kesperimen rata-rata nilai ulangan menjadi 86,75.

Selain meningkatkan hasil belajar, eksperimen baterai buah jeruk lemon ini juga dapat menambah wawasan yang luas kepada siswa seputar kelistrikan dan energi alternatif yang ada di sekeliling kita. Serta memberi pemahaman yang lebih mendalam dan sistematis bahwa energi alternatif dapat ditemukan dengan bahan yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan di sekitar kita. Selanjutnya konsep ini dapat digunakan dan diterapkan di kemudian hari. (dj1/ida)

Guru SD Negeri 02 Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang

Tinggalkan Balasan