Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Siswa di Masa Covid-19

421
Oleh : Dra. Kusumaningtyas
Oleh : Dra. Kusumaningtyas

RADARSEMARANG.ID, Akhir-akhir ini berbagai negara didunia sedang dikejutkan dengan adanya wabah penyakit yang disebabkan oleh virus bernama korona atau lebih dikenal dengan istilah Covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Virus ini pada awalnya mulai berkembang di Wuhan, China.

Wabah virus ini menular menyebar ke berbagai negara di dunia dan membawa kematian banyak orang, sehingga oleh World Health Organization (WHO) menyampaikan Covid 19 sebagai pandemi dunia. Wabah virus ini telah memakan banyak korban hampir di semua negara.

Dampak dari Covid -19 bukan hanya menyerang dari segi kesehatan fisik saja. Tetapi berdampak pada semua bidang baik ekonomi sosial, pendidikan dan budaya. Perubahan dalam tatanan kehidupan, salah satu upaya untuk membatasi dan memutuskan mata rantai penyebaran virus Covid-19 siswa harus belajar di rumah
Tentu saja tatanan kehidupan yang baru untuk Work From Home (WFH) untuk belajar di rumah ini sesuatu yang tidak mudah bagi guru, siswa, dan orang tua. Ketika ditanya maka rata-rata anak akan menjawab tidak nyaman, jenuh bahkan ada yang menyampaikan rasanya stres.

Kondisi yang seperti ini diperlukan kerja sama orang tua, guru dan siswa dalam menyukseskan belajar anak-anak Work From Home (WFH). Pendidikan dalam situasi seperti ini menjadi tanggung jawab tripusat pendidikan yaitu orangtua, sekolah dan lingkungan masyarakat. Seperti yang tertuang dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab IV pasal 13 ayat 1 tentang jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan formal diperoleh seorang anak di sekolah, nonformal di lingkungan masyarakat dan in formal dari keluarga.
Peran orang tua dalam pendidikan anak sangat jelas dan tegas bahwa mereka adalah pendidik yang utama dan pertama. Pertama karena orang tualah yang menanamkan memberikan pengajaran, pendidikan apapun itu untuk pertama kalinya. Utama, karena orang tua memiliki tanggung jawab, kewajiban dan kuasa untuk menjadikan anak seperti apa sesuai harapannya.

Guru memiliki kewenangan untuk memberikan pendidikan yang dipercayakan oleh orang tua dan negara kepada mereka. Tetapi perlu diingat mereka bukan mengambil alih dan menjadi tumpuan satu-satunya pendidikan bagi pendidikan anak.

Pada Sabtu, 2 Mei 2020 jam 12:00 WIB di Jakarta (investor.id) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadien Makarim dalam sambutan mengatakan, pendidikan adalah hasil dari kolaborasi antara guru, siswa dan orang tua.

Dalam situasi sekarang ini kondisi belajar membutuhkan adanya kerja sama kolaborasi antara guru, orang tua dan siswa. Sekarang proses belajar di rumah-rumah bukan hanya antara guru dan murid. Proses belajar sekarang adalah kombinasi antara guru, murid dan orang tua. Untuk pertama kalinya dunia pendidikan khususnya di Indonesia diperhadapkan pada situasi yang seperti sekarang ini. Orang tua pertama kalinya mengalami anak melaksanakan proses belajar di rumah karena adanya wabah. Hal ini membuat orangtua semakin sadar betapa sulitnya mendidik anak. Demikian juga di sisi guru juga semakin menyadari pentingnya peran orang tua dalam pendidikan.

Dengan kesadaran pentingnya kolaborasi guru, orang tua dan siswa maka akan menciptakan kerja sama yang baik untuk mencapai kesuksesan dalam pendidikan. Kerja sama, saling melengkapi dan memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas, batasan dan ranah masing-masing maka akan tercipta diharapkan tercipta kenyamanan dan semangat siswa dalam belajar walaupun Work From Home (WFH) sehingga hal ini menjadi modal utama untuk mewujudkan kesuksesan bersama. (gml1/lis)

Guru Pendidikan Agama Kristen SMA Negeri 15 Semarang





Tinggalkan Balasan