Media Phet Solusi Praktikum Fisika di Masa Pandemi Covid-19

1583
Oleh : Suratni Agustinih, S.Si
Oleh : Suratni Agustinih, S.Si

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu himbauan dan aturan di saat wabah Covid-19 yang paling sering dikampanyekan adalah Physical Distancing dan Sosial Distancing. Maksudnya adalah tiap–tiap individu harus menjaga jarak satu sama lain, tidak berkerumun. Banyak kegiatan terkena imbasnya tak terkecuali kegiatan belajar mengajar yang juga harus dilaksanakan dari rumah masing-masing yaitu pembelajaran dengan cara daring/online. Tak pelak banyak siswa yang mengeluh karena ketidakpahaman materi dan banyaknya tugas. Banyak guru yang hanya memberi tugas tanpa memberikan materi dengan jelas karena keterbatasan waktu dan sarana. Bagaimana dengan nasib mata pelajaran fisika yang kadang bertatap muka saja masih kurang paham apalagi pembelajaran dengan daring
Mata pelajaran fisika adalah suatu metode untuk melihat semesta, memahami bagaimana semesta ini bekerja, dan bagaimana berbagai bagian di dalamnya berkaitan satu sama lain. Menyelesaikan soal kuantitatif merupakan bagian yang penting dari ilmu fisika, adalah sama pentingnya dengan memahami konsep-konsepnya secara kualitatif. Intinya adalah fisika bukanlah persamaan dan angka-angka semata. Hal-hal seperti inilah yang membuat pembelajaran fisika harus dilakukan dengan melibatkan praktikum di dalamnya. Namun situasi pandemi sekarang ini memupuskan semua itu, praktikum yang seharusnya dilakukan di laboratorium tidak bisa lagi dilaksanakan akibat harus menerapkan physical distancing.

Namun teknologi menampilkan kecanggihannya. Animasi dan simulasi ternyata dapat dijadikan salah satu solusi dalam mengurangi dampak akibat tidak terlaksananya kegiatan praktikum ini. Salah satu simulasi yang diterapkan penulis pada materi momentum impuls kelas X di SMAN 5 Semarang adalah media PhET. M.Azzarkasyi (2015:107) menjelaskan PhET singkatan dari Physics Education Technology yang merupakan aplikasi yang menyajikan simulasi pembelajaran fisika, biologi, kimia dan matematika, yang diberikan oleh Universitas Colorado Amerika Serikat untuk kepentingan pembelajaran secara gratis. Simulasi PhET dirancang sedemikian rupa sehingga dapat meniru perilaku sistem nyata. Penggunaan PhET sebagai solusi percobaan siswa pada pembelajaran fisika dirasa sangat tepat. Simulasi PhET mampu membuat konsep-konsep yang abstrak menjadi konkret dengan visualisasi statis dan dinamis, sehingga menjadi lebih menarik terutama fisika yang merupakan sebagian besar konsep yang abstrak. PhET juga menyediakan instrumen pengukuran di antaranya penggaris, stopwatch, voltmeter dan termometer. Hasil pengukuran akan ditampilkan atau dianimasikan pada saat alat-alat ukur digunakan secara interaktif. Hal ini akan memperlihatkan hubungan sebab-akibat dan representasi terkait dari sejumlah parameter percobaan, sehingga mempermudah siswa melakukan praktikum secara berulang-ulang dan mandiri di rumah. PhET simulation ini dipilih karena simulasi ini berbasis program java yang memiliki kelebihan. Easy java simulation (ejs) dirancang khusus untuk memudahkan tugas para guru dalam membuat simulasi Fisika dengan memanfaatkan komputer ataupun HP. Simulasi PhET didapatkan secara gratis di situs https://PhET.colorado.edu/in. yang mudah digunakan dan diaplikasikan di rumah.

Dengan keunggulan media PhET yang sudah ditampilkan diatas dapat digunakan dalam masa darurat Covid-19 ini, media tersebut dapat membantu peran guru dalam memberikan materi fisika terkhusus untuk proses praktikum. Selain PhET ada banyak lagi software open source untuk pembelajaran fisika yang dapat di download di internet. Intinya adalah bagaimana kesiapan para guru dalam memanfaatkan fasilitas-fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang sudah disediakan agar proses pembelajaran di masa sulit seperti ini masih dapat berjalan efektif dan efisien tanpa meninggalkan misinformasi ke peserta didik. Tanpa informasi yang baik, transfer ilmu juga akan berjalan kurang baik. Stay health, stay at home. (gml1/zal)

Guru Fisika SMAN 5 Semarang

Tinggalkan Balasan