Mudah Pahami Materi Sistem Respirasi dengan Snowball Throwing

161
Oleh : Triyoto, S.Pd
Oleh : Triyoto, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR IPA sebenarnya sangat menyenangkan karena hampir selalu berhubungan dengan kehidupan sehari-hari . Namun kenyataan yang terjadi dalam proses pembelajaran sering dijumpai hal-hal yang tidak mendukung pencapaian tujuan pembelajaran seperti keaktifan siswa yang rendah sehingga hasil belajar belum mencapai KKM, sehingga perlu upaya konkret untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Guru harus tepat dalam men-design pembelajarannya, harus pintar dan bijak dalam memilih pendekatan maupun metode pembelajaran yang akan dilakukan di kelas agar menyenangkan, tidak membosankan sehingga siswa dapat menguasai materi yang dipelajari karena terlibat secara aktif. Dengan meningkatnya keaktifan siswa diharapkan akan terjadi peningkatan prestasi belajar secara signifikan.

Salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menyajikan dalam bentuk permainan menyenangkan dengan tidak mengesampingkan proses pembentukan karakter siswa. Permainan dapat merangsang siswa untuk belajar karena tertantang untuk menang dalam permainan dan menjadikan siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran.

Sebagai Sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 SMP Negeri 1 Pageruyung berupaya agar semua materi kurikulum dapat diserap oleh siswa. Salah satu materi pokok pada mata pelajaran IPA kelas VIII adalah Sistem Respirasi. Sistem Respirasi merupakan materi yang dianggap sulit dipelajari karena banyak terdapat istilah biologi yang masih asing bagi siswa. Agar pembelajaran menarik, guru menyajikannya menggunakan metode permainan Snowball Throwing. Snowball Throwing adalah metode pembelajaran yang menggali potensi kepemimpinan siswa dalam kelompok dan keterampilan membuat-menjawab pertanyaan yang di padukan melalui permainan imajinatif membentuk dan melempar bola salju (Komalasari : 2010)

Karakter yang terbangun dari pembelajaran yang disajikan dengan permainan Snowball Throwing dantaranya berupa tanggung jawab, percaya diri, sportif , jujur ,toleran, serta memunculkan teamwork building. Sebelum permaian, guru menyampaikan garis besar materi pembelajaran yang akan disajikan. Langkah selanjutnya adalah; Pertama, guru mengajak semua siswa menuju ke halaman sekolah dan membagi peserta didik menjadi 4 kelompok yang beranggotakan 8 siswa.

Setiap kelompok tersusun oleh siswa yang heterogen, baik jenis kelamin maupun kemampuan akademisnya. Kedua, masing-masing ketua kelompok berdiskusi tentang materi pembelajaran yang telah disampaikan oleg guru. Ketiga, setiap siswa diberikan satu lembar kertas, untuk menuliskan satu pertanyaan yang menyangkut materi yang telah didiskusikan. Keempat, kertas yang telah ditulis pertanyaan tersebut dibentuk seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain. Kelima, siswa yang mendapatkan bola yang berisi satu pertanyaan, diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam bola kertas. Keenam;siswa yang telah selesai menjawab pertanyaan berkesemapatan untuk melemparkan bola pertanyaan kepada anggota kolompok yang lain. Untuk permainan ini diberi waktu selama 40 menit. Keenam, guru mengamati dan mencatat dinamika kerja kelompok. Ketujuh,guru memberikan evaluasi jalannya permainan.

Tanpa disadari para siswa menyelesaikan permainan dengan antusias menjawab setiap pertanyaan. Dengan sesekali mengajukan protes ketika jawabannya yang dia berikan dianggap kurang tepat oleh penanya. Keaktifan siswa terwujud sepanjang permainan berlangsung. Setiap siswa bersiap diri untuk mendapatkan bola pertanyaan serta menjawab pertanyaan. Sehingga metode ini dapat menjadi solusi alternative untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Sebagai penutup kegiatan guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang paling dinamis serta memberi sangsi pada kelompok yang kurang dinamis untuk menyanyikan satu lagu nasional. Setelah itu guru melakukan refleksi kegiatan. (gm1/zal)

Guru IPA SMPN 1 Pageruyung Kendal





Tinggalkan Balasan