Cepat Paham Bilangan 1-10 dengan Kartu Bilangan

154
Oleh: Musaadah, S.Pd SD
Oleh: Musaadah, S.Pd SD

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan salah satu ilmu dasar yang telah berkembang amat pesat baik dari segi materi maupun kegunaannya. Sebagai pendidik tingkat dasar, tugas guru SD adalah menciptakan strategi dan suasana belajar matematika sesuai dengan kebutuhan dan didasarkan atas keinginan siswa, yaitu mudah diterima, menyenangkan dan tidak membosankan. Jika hal ini dapat diwujudkan maka diharapkan di masa yang akan datang matematika akan menjadi pelajaran yang disukai dan menyenangkan, sehingga matematika tidak lagi dianggap pelajaran yang menakutkan bagi siswa. Di samping itu, seorang guru harus dapat membelajarkan siswa agar mampu menguasai dan terampil menggunakan alat peraga sesuai dengan materi yang diberikan dari guru, sehingga penggunaan media atau alat peraga dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan.

Penyampaian materi kepada siswa salah satu cara yang harus dilakukan oleh guru adalah menyampaikan materi pelajaran semenarik mungkin yang salah satunya adalah dengan menggunakan media atau alat peraga. Dengan menggunakan media pembelajaran diharapkan siswa dengan mudah menerima dan memahami materi pelajaran. Dengan memahami materi pelajaran yang disampaikan diharapakan siswa akan memperoleh prestasi belajar yang baik dan maksimal.
Salah satu tuntutan dalam pengembangan Kurikulum 2013 adalah produktif, kreaktif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad ke-12, kini telah terjadi perubahan baik ciri maupun model pembelajaran. Salah satu alasan mengapa kurikulum harus berubah adalah karena saat ini telah terjadi perubahan paragdima belajar. Yaitu perubahan cara pandang dan cara berpikir mengenai bagaimana pembelajaran itu diselenggarakan. Abad ke-21 telah mengubah paragdima belajar di dunia,yakni dari paragdima teaching menjadi paragdima learning.

Begitu pula siswa tingkat dasar atau siswa SD telah dituntut untuk mampu berfikir secara konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya, mampu mengkonservasi angka, serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. Demikian pula dalam pembelajaran, siswa semakin diajak berpikir untuk memecahkan berbagai masalah dengan penerapan PBL atau pembalajaran berbasis masalah. Matematika, pada khususnya materi tentang pengenalan bilangan sudah menuntut siswa untuk mencari keterkaitan bilangan dengan jumlah anggota tubuh manusia, sehingga guru dituntut untuk mencari cara termudah bagi siswa untuk memahaminya.

Menyikapi tuntutan tersebut sebagai guru SD Negeri Mojosimo, penulis menggunakan APKB (Alat Peraga Kartu Bilangan) untuk menjelaskan materi “Bilangan Satu Sampai dengan Sepuluh” pada tema “Diriku” pada siswa kelas 1 untuk memudahkan pemahaman sehingga terjadi peningkatan hasil belajar matematika pada materi tersebut. Kartu bilangan dibuat berwarna dan dengan ukuran tulisan yang relatif besar agar memiliki tingkat keterbacaan yang sangat mudah mengingat subjek dari pembelajaran adalah siswa sekolah dasar.

Selain itu, pada pembelajaran diterapkan pula PBL dalam pelaksanaannya, yaitu dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait jumlah bilangan dan keterkaitannya dengan jumlah organ atau alat gerak pada manusia, sehingga media ini sangat cocok diterapkan pada tema ”Diriku” dalam pembelajaran matematika. Siswa kemudian diminta untuk berkelompok dan diberikan kartu bilangan tersebut untuk kemudian dicari kecocokannya dengan jumlah anggota tubuh yang dimiliki. Kelompok yang paling cepat mendapatkan kecocokan bilangan dengan anggota tubuh akan diberikan apresiasi. Hasilnya pembelajaran menjadi sangat atraktif dan student centered sehingga pemahaman siswa akan aplikasi bilangan 1-10 meningkat. (gjh1/zal)

Guru Kelas 1 SDN Mojosimo Kabupaten Demak





Tinggalkan Balasan