Media Wordwall untuk Meningkatkan Vocabulary Siswa

309
Oleh : Uswatun Hasanah, S.Pd
Oleh : Uswatun Hasanah, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, BAHASA Inggris adalah alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik dalam bentuk lisan atau tulis, yang meliputi kemampuan mendengarkan (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Menumbuhkan kesadaran tentang hakikat bahasa dan pentingnya bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa asing untuk komunikasi menjadi alat utama belajar.
Salah satu komponen pembelajaran bahasa adalah pemahaman kosakata dari bahasa Inggris itu sendiri, di samping komponen-komponen lainnya. Kosakata (bahasa Inggris: vocabulary) adalah himpunan kata yang dimiliki oleh seseorang atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang diidentifikasikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang akan digunakan oleh orang tersebut untuk menyusun kalimat baru (http://id.wikipedia.org).

Pemahaman kosakata secara umum dianggap sebagai bagian penting dari proses pembelajaran suatu bahasa. Bagaimana seseorang dapat mengungkapkan suatu bahasa apabila ia tidak memahami kosakata dari bahasa tersebut. Menurut Graves (1986) kosakata ideal yang harus dimiliki oleh pembelajar pemula adalah antara 2500 sampai 5.000 kata untuk menunjang pembelajaran bahasa. Namun hal ini kurang dimiliki oleh para pembelajar bahasa Inggris di negara kita, apalagi bahasa Inggris adalah sebagai bahasa asing sehingga penggunaan bahasa tersebut hanya pada beberapa hal dan tempat.

Dalam pelaksanaan proses pembelajaran bahasa Inggris, penulis sering mendapati siswa kelas X SMK Negeri Karangpucung mengalami kesulitan dalam mencapai suatu kompetensi dasar. Hal ini dikarenakan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kurang memadai, sehingga sangat mengganggu pencapaian kompetensi 3.1 seperti yang tertera dalam silabus. Mereka sering kesulitan memahami arti sebuah kata karena pemahaman kosakatanya relatif kurang memadai. Melihat kendala yang ada, maka penulis mencoba mencari strategi agar pemahaman kosakata siswa meningkat dengan harapan siswa tidak selalu bergantung pada kamus atau menunggu jawaban dari guru.

Salah satu teknik dan media pembelajaran yang penulis gunakan adalah Wordwall. Wordwall adalah kumpulan kosakata yang terorganisir secara sistematis yang ditampilkan dengan huruf besar dan ditempelkan pada dinding suatu kelas. Ada dua pendekatan utama dalam pembelajaran vocabulary yang populer yaitu pendekatan daftar kata dan pendekatan kontekstual. Pendekatan daftar kata yaitu memberikan daftar kata dan maknanya secara langsung pada siswa. Daftar kata ini mungkin ada hubungannya dengan topik-topik yang sedang dipelajari oleh siswa atau mungkin juga tidak .

Dari kedua pendekatan tadi menurut penulis pendekatan yang paling menyenangkan siswa adalah pendekatan kontekstual. Hal ini dikarenakan bahwa seluruh siswa dapat terlibat secara langsung melalui berbagai macam aktivitas untuk mencari dan menemukan makna dari suatu kata dengan dibimbing oleh guru. Penulis mempraktekkan pembelajaran vocabulary menggunakan pendekatan kontekstual yaitu dengan menggunakan media Wordwalls.

Ada beberapa cara untuk membuat wordwall efisien, praktis dan mudah diingat. Buatlah agar mudah diingat dengan menggunakan kata-kata favorit pada tema tertentu. Kemudian buatlah menjadi berguna yaitu dengan sering menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai kegiatan listening, speaking, reading atau writing. Dan buatlah mudah dilihat, dengan menuliskannya dengan hurup yang besar dan ditempelkan pada sebuah dinding di kelas.

Untuk tahap selanjutnya maka penulis dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembuatan wordwall ini. Siswa disuruh membuat sebuah kosakata pada secarik karton yang berhubungan dengan tema pembelajaran tertentu. Setelah itu dikumpulkan dan diseleksi kata-kata mana yang paling sesuai dengan tema yang akan diajarkan. Semua hasil karya siswa ini penulis kumpulkan sebagai tugas dan diberi nilai..

Dengan menggunakan media worldwall ini pembelajaran kosakata di kelas X SMK Negeri Karangpucung berlangsung dengan komunikatif dan santai. Siswa mudah untuk praktek berbicara menggunakan bahasa Inggris dan pemahaman akan vocabulary bahasa inggris semakin meningkat karena terus ada dalam memori mereka dan juga mudah dilihat. (dar1/zal)

Guru Bahasa Inggris SMKN Karangpucung, Cilacap





Tinggalkan Balasan