Belajar Mandiri dan Online di Tengah Pandemi Covid-19

900
Oleh : Nadia Salsabila Atmaja
Oleh : Nadia Salsabila Atmaja

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19, mengakibatkan perubahan secara tiba-tiba dalam keseharian individu dan masyarakat dalam beraktifitas. Membawa perubahan yang luar biasa untuk semua bidang. Salah satu yang terdampak paling besar adalah bidang pendidikan. Sehingga siswa harus belajar dari rumah. Dan ini merupakan kewajiban siswa. Termasuk kegiatan di asrama karena sekolah penulis berbasis asrama/boarding.

Ketika wabah korona masuk di Indonesia, pemerintah memberlakukan kebijakan memberlakukan study from home. Diawali dari Provinsi Jawa Tengah kebijakan tersebut diterapkan mulai tanggal 16 Maret 2020 bagi sekolah-sekolah.

Maka kebijakan belajar di rumah untuk sekolah penulis tertanggal 17 Maret 2020 sore orangtua diminta melakukan penjemputan pada semua siswa. Kecuali siswa kelas III/IX dan kelas VI/XII. Karena kelas tersebut menunggu kebijakan ujian yang akhirnya ujian ditiadakan siswa kelas III/IX dan kelas VI/XII juga dipulangkan.

Kondisi pandemi korona ini membuat sekolah penulis Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta terpaksa merombak kurikulum dan sistem belajar siswa. Tadinya tatap muka berubah dengan metode belajar online.

Sudah lebih dari dua bulan penulis menjalani masa-masa belajar di rumah dengan metode daring. Penulis sudah menjalani masa pembelajaran daring mulai dari tanggal 21 maret lalu.
Pembelajaran daring harus memastikan memiliki jaringan yang bagus agar dapat mengetahui dan mengerjakan materi dan juga tugas yang diberikan oleh ustadah-ustadah.
Memang cukup sulit untuk menjalani masa-masa pembelajaran daring ini.Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut ustadah-ustadah di sekolah membuat kelas-kelas pembelajaran online seperti zoom, google slides, google classroom dan juga whatsapp dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mempermudah proses pembelajaran.

Setiap hari siswa diminta menghadap laptop, presensi dan mengikuti pembelajaran online. Ustadah melalui zoom dan google classroom melaksanakan pembelajaran interaktif. Ustadah memberikan materi dan menyapa siswa. Memberikan penjelasan dan tanya jawab termasuk memberikan tugas-tugas dan evaluasi pembelajaran.

Kegiatan di asrama juga dipantau dan dilaporkan ke ustadah pengampu. Mulai kegiatan siswa bangun tidur, aktivitas pagi, tilawah, belajar mandiri, setoran hafalan yang dibantu kerja sama dan pengawasan dari orangtua di rumah. Hal penting yang sangat diperlukan untuk mengatasi kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh seperti saat ini adalah adanya kemandirian belajar sendiri selaku anak. Apalagi penulis sebagai siswi kelas I yang baru masa penyesuaian kemandirian dan belajar di madrasah dan asrama.

Semoga pandemi ini segera berlalu dan kami dapat bersekolah dan kembali ke asrama serta belajar kembali dengan tenang. (dar1/lis)

Siswi MTs Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta





Tinggalkan Balasan