Dukungan Psikologis Awal Siswa dengan Bimbingan Kelompok

624
Oleh: Leni Iffah, S.Pd.
Oleh: Leni Iffah, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Di antara pemandangan yang acapkali ditemui para guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah adalah siswa atau kelompok siswa yang tiba-tiba menunjukkan perilaku tidak biasa. Misalnya, menangis dan murung seharian tanpa alasan dan sebab yang jelas. Saat coba menggali informasi kepada siswa, boleh jadi guru BK juga tidak mendapatkan informasi yang relevan. Tidak jarang, guru BK dibuat “bingung” dengan situasi tersebut.

Mengingat tanggung jawabnya yang mencakup siswa lintas kelas, dan tugas-tugas keguruan lain yang besar, guru BK perlu mencari strategi agar cakupan dan kualitas layanannya tetap terjaga. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan siswa mulai dari identifikasi hingga perumusan solusi, dan pemecahan masalah. Untuk itu, para siswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan mereka terlibat dalam tugas tersebut.

Salah satu yang perlu dimiliki untuk tugas tersebut di atas adalah keterampilan untuk memberikan dukungan psikologis awal (DPA). Sebagaimana disampaikan Kemdikbud (2018), DPA merupakan keterampilan sederhana yang dilakukan secara sistematis untuk mencegah dan mengurangi dampak negatif dari suatu masalah sekaligus menunjang proses pemulihan kesejahteraan psikologis.

DPA diperlukan para siswa setidaknya karena beberapa dua alasan pentingnya DPA: Pertama, DPA memungkinkan siswa saling menemukenali potensi masalah sesama mereka. Kedua, para siswa dapat saling membantu memecahkan atau mencari solusi masalah yang mereka hadapi.
Lantas bagaimanakah membelajarkan DPA pada siswa? Apa yang dapat dimainkan guru BK. DPA adalah keterampilan yang diperlukan dan diterapkan dalam konteks hubungan siswa dengan teman sebayanya atau kelompok. Oleh karena itu bimbingan kelompok dianggap sebagai cara yang tepat untuk membelajarkan DPA.

Meskipun siswa remaja acapkali menunjukkan perilaku yang “mengejutkan”, terdapat hal positif di kalangan para siswa remaja yang dapat dimanfaatkan guru BK. Yaitu, kecenderungan untuk percaya pada teman sebaya (peer group). Karakteristik ini dapat dimanfaatkan guru BK untuk membuat support group melalui program bimbingan kelompok.

Bimbingan kelompok merupakan program bimbingan yang di dalamnya sekelompok siswa dengan fasilitasi guru BK membicarakan sejumlah topik terkait dengan perilaku yang diharapkan. Tujuannya, siswa mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang perilaku yang diharapkan serta dukungan dari kelompok sebaya, seperti diisyaratkan Prayitno (2004).

Penggunaan layanan bimbingan kelompok untuk membelajarkan DPA telah dilaksanakan di SMA Negeri 5 Semarang. Khususnya, pada siswa kelas XI. Mengikut tahapan dalam bimbingan kelompok, pembelajaran DPA di SMA Negeri 5 Semarang juga berlangsung dalam empat tahap. Yakni, pembentukan, transisi, kegiatan dan pengakhiran. Tahap pertama, mula-mula guru dan siswa membangun kesepakatan untuk membentuk kelompok, saling mengenal antar anggota kelompok. Pembimbing sebagai ketua kelompok menerima siswa secara terbuka, menjelaskan cara dan tujuan serta asas bimbingan kelompok, diteruskan dengan perkenalan dan permainan untuk mengakrabkan antar kelompok.

Tahap kedua adalah transisi. Ini merupakan transisi dari tahap berikutnya. Tahap ketiga adalah kegiatan, tahap ini siswa mengemukakan pendapatnya sesuai dengan topik tugas. Pembahasan tema dilakukan secara tuntas dilanjutkan kegiatan selingan. Keempat tahap pengakhiran, pimpinan kelompok mengemukakan kegiatan segera berakhir dan juga menyimpulkan kegiatan, dan mengevaluasi.

Karena penting, DPA perlu dibelajarkan kepada para siswa. Bimbingan kelompok terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran DPA karena kemampuannya dapat menjangkau siswa secara luas dan memberi kesempatan mereka untuk memberikan dukungan psikologis melalui proses interaksi di dalamnya. Bahkan menjadi lebih efektif jika kita mengingat rasio guru BK yang belum tentu ideal untuk tiap-tiap sekolah dan tugas-tugas pembimbing yang tidak sedikit. (gml2/aro)

Guru BK SMA Negeri 5 Semarang





Tinggalkan Balasan