Model Konsep Kalimat Tingkatkan Keterampilan Menulis Paragraf

138
Oleh : Tri Indrastuti S.Pd
Oleh : Tri Indrastuti S.Pd

RADARSEMARANG.ID, KETERAMPILAN berbahasa yang terdapat kelemahan pada siswa adalah keterampilan menulis tentang menyusun paragraf yang baik dan benar. Pada dasarnya paragraf merupakan keterampilan menyusun gagasan secara runtut dalam sebuah tulisan. Dalam pembelajaran ini, kemampuan siswa dalam menyusun paragraf masih rendah. Hal tersebut terlihat pada hasil ulangan harian yang belum mencapai ketuntasan minimal. Kesulitan siswa juga terjadi pada penentuan gagasan utama paragraf. Kemampuan menentukan gagasan utama sangat menentukan dalam memahami bacaan secara lengkap.

Kemampuan menentukan menyusun paragraf tersebut dapat dilakukan siswa dengan berbagai cara, yang pertama, membaca buku-buku tentang struktur bahasa; kedua, membaca buku pelajaran sesuai dengan materi tentang menyusun paragraf; ketiga, membiasakan diri menyusun kalimatdalam pa ragraf; dan keempat, menjawab pertanyaan-pertanyaan isi paragraf.

Dengan lemahnya siswa dalam menyusun paragraf dapat berpengaruh dalam memahami isi sebuah wacana. Hal ini akan berpengaruh pula terhadap kemampuan memahami konsep ilmu yang dipelajari, sehingga hasilnya tidak maksimal. Kamus Umum Bahasa Indonesia (1995: 729), paragraf adalah bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan dimulai penulisannya dengan garis baru) atau disebut juga aline.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, guru ingin menerapkan salah satu model pembelajaran yaitu model Konsep Kalimat (Concept Sentence) untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun paragraf. Pembelajaran dengan model Konsep Kalimat merupakan salah satu alternatif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut, 1) Guru menyampaikan kompetensi tentang materi menulis paragraf. 2) Guru menyajikan dan menjelaskan materi secukupnya tentang paragraf. 3) Guru membentuk kelompok yang terdiri atas 4 orang penglolaan kelas dengan membagi siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 orang siswa. 4) Kemudian guru menjelaskan aturan main kegiatan yang harus dilakukan siswa. Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat. 5) Hasil diskusi kelompok didiskusikan lagi secara pleno, dipandu oleh guru. 6) Kesimpulan.

Pelaksanaan dalam Pembelajaran Permainan Mengurutkan potongan-potongan kalimat menjadi sebuah paragraf. Permainan ini diawali, pertama, dengan penjelasan aturan kegiatan. Setiap kelompok menerima potongan-potongan kertas yang berisi kalimat-kalimat dalam satu set, dan selembar kertas manila dan lem. Secara bersama-sama siswa mulai mencoba menyusun potongan kalimat tersebut dengan menempelkan pada kertas manila, sehingga tersusun menjadi paragraf. Setelah selesai menyusun, siswa memeriksa sekali lagi susunan kalimat tersebut, sampai meyakini bahwa peragraf tersebut sesuai dengan yang dimaksud dalam soal yaitu paragraf deduktif. Kedua, mempublikasikan hasil kerja kelompok. Memajang hasil kerja kelompok tersebut, pada dinding kelas. Setelah terpasang di dinding, setiap kelompok mulai mengoreksi dan menilai hasil kerja kelompok lain. Kemudian hasil koreksi siswa dibacakan oleh ketua kelompok di depan kelas. Ketiga, siswa bersama guru merefleksi proses pembelajaran. Dengan memperhatikan hasil kerja dan koreksi antarkelompok, guru memberikan penjelasan ulang tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan, dan memberikan penilaian hasil kerja siswa. Refleksi dilakukan untuk mengetahui keefektifan metode Konsep Kalimat dengan alat peraga potongan kertas berkalimat, untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan metode tersebut. Dengan metode ini dapat ditemukan kelompok siswa yang mengerjakan dengan cepat dan benar, begitu pula sebaliknya.

Kompetensi menulis paragraf mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif belajar menulis dan menyunting dengan berkompetisi antarteman. Hal itu menyebabkan pembelajaran lebih kondusif. Penggunaan metode Konsep Kalimat efektif meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bentuk peningkatan rata-rata nilai ulangan. (pkl2/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Wonopringgo Kabupaten Pekalongan





Tinggalkan Balasan