Model PBL Berbantuan Media Animasi Meningkatkan Keaktifan Siswa

138
Oleh : Yogi Susanti, S.Pd
Oleh : Yogi Susanti, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Pokok kajian ilmu kimia yang berbeda dengan pelajaran lain menjadikan ilmu kimia merupakan salah satu pelajaran yang relatif sulit bagi peserta didik saat ini. Atas dasar inilah maka sebagai seorang guru yang profesional dituntut untuk mampu menciptakan suatu pembelajaran yang inovatif, kreatif dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi perkembangan zaman now.

Tujuanya agar peserta didik termotivasi dan aktif dalam belajarnya. Salah satu materi kimia yang sulit dipahami oleh peserta didik adalah materi ikatan kimia karena bersifat abstrak (Ida Farida, 2009: 1).

Bagian yang abstrak pada ikatan kimia yaitu pada pelepasan dan penerimaan elektron, trannsfer elektron, terjadinya ikatan antaratom/unsur. Dengan tidak dipahaminya bagian tersebut menjadikan peserta didik sulit membedakan ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi, memahami ikatan unsur antar unsur ( ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan logam).

Untuk mengatasi permasalahan diatas digunakanlah model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan bantuan media animasi. Problem based learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat menolong peserta didik untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan pada era zaman now. Pada model pembelajaran ini menyajikan suatu masalah yang nyata untuk dapat diselesaikan dengan diskusi kelompok. Pembelajaran dengan menggunakan model PBL dengan bantuan media animasi dilakukan dalam dua silkus.

Pada siklus pertama dilaksanakan dua kali pertemuan pembelajaran dilaksanakan secara berkelompok yang terdiri dari lima orang. Tiap kelompok mengamati penjelasan guru melalui media animasi di layar LCD, kemudian peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan untuk menjawab pertanyaan di Lembar Kerja Peserta Didik dengan bimbingan guru.

Dilanjutkan menganalisis dan menyimpulkan materi yang dibahas selanjutnya setiap kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi kelompok model pembelajaran problem based learning (PBL) dengan bantuan media animasi, merupakan hal yang baru bagi peserta didik sehingga peserta didik masih meraba-raba terutama pada siklus 1. Peserta didik belum terlibat secara aktif dalam diskusi, sedikit memahami materi yang diajarkan, sehingga indikator pencapaian kompetensi pada siklus pertama belum tercapai.

Untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam belajar guru meminta peserta didik mengkaji kembali hasil dari mengamati penjelasan guru melalui media animasia atau literatur pada buku paket.

Pembelajaran pada silkus kedua dilakukan dua kali pertemuan, berdasarkan hasil evaluasi pada siklus pertama. Pada siklus kedua peserta didik diminta untuk fokus mengamati pejelasan guru melalui media animasi dan lembar kerja siswa.. Berdasarkan pengamatan, keaktifan peserta didik dalam mengikuti diskusi semakin aktif dan antusias mengikuti setiap kegiatan pembelajaran serta suasana belajar yang menyenangkan.

Model-model pembelajaran dalam pendekatan saintifik antara lain model berbasis masalah (problem based learning). Model pembelajaran ini dirancang agar peserta didik mendapat pengetahuan penting yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah dan memiliki model belajar sendiri. Serta memilliki kecakapan berpartisipasi dalam kelompok. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistematik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penerapan PBL dengan bantuan media animasi dalam pembelajaran kimia dapat meningkatkan keaktifan dalam belajar terutama materi ikatan kimia bagi peseta didik. (pkl1/lis)

Guru kimia SM N 1 Doro, Kabupaten Pekalongan





Tinggalkan Balasan