Lagu Mengatasi Persoalan Listening Siswa

430
Oleh : Drs. Sukiryadi
Oleh : Drs. Sukiryadi

RADARSEMARANG.ID, Di dalam proses belajar mengajar Bahasa Inggris ada empat ketrampilan atau skill yang harus diajarkan oleh guru bahasa Inggris kepada anak didik. Empat keterampilan atau skill tersebut adalah listening, speaking, reading dan writing.

Listening adalah sebuah kegiatan anak didik untuk mendengarkan ucapan ucapan bahasa Inggris beserta memahami maknanya. Melalui kegiatan ini anak didik diharapkan mampu menirukan bunyi ucapan ucapan kata bahasa Inggris yang dibunyikan oleh guru bahasa Inggris atau media yang dipilih oleh guru bahasa Inggris sebagai model. Kegiatan ini untuk selanjutnya disebut dengan kegiatan speaking.

Speaking adalah sebuah kegiatan menirukan ucapan ucapan bahasa Inggris dari orang lain. Speaking bisa juga berupa bertanya (asking), menjawab (answering) dan bercerita (telling). Reading adalah sebuah kegiatan membaca kalimat, paragraph dan memahami maknanya yang terkandung di dalamnya. Writing adalah sebuah kegiatan menulis. Setelah anak didik melalui tahapan listening, speaking, dan reading maka mereka diharapkan bisa melakukan kegiatan menulis (writing). Keempat keterampilan yang penulis sebutkan di atas harus diajarkan secara seimbang dan menyeluruh agar tujuan pembelajaran bisa mencapai secara maksimal.

Akan tetapi dari keempat keterampilan yang kami uraikan di atas tadi, maka keterampilan listening yang paling sulit untuk dipelajari dan diserap serta sulit untuk dipraktikkan oleh anak didik. Sehingga aspek ini menjadi sering terabaikan oleh para siswa atau anak didik.

Yang penulis maksud siswa di sini adalah siswa-siswi kelas 12 MIPA 4 MAN Kendal tahun pelajaran 2019/2020. Secara sederhana mereka bisa aktif memproduksi kalimat kalimat bahasa Inggris melalui speaking tapi giliran orang lain (lawan bicara) aktif berbicara maka siswa-siswi tadi tidak bisa memahami apa yang lawan bicara sedang bicarakan padanya. Pada saat proses Kegiatan Belajar Mengajar jika guru menerangkan materi dengan banyak bicara dalam bahasa Ingris maka mereka mengalami gagal paham yang serius. Ini adalah sebuah indikator yang menunjukkan bahwa aspek listening itu sulit bagi mereka.

Contoh lain yang lebih kongkrit adalah bahwa ketika siswa siswi kami bawa ke Tourist Ressort Bali pada tgl 16 sampa dengan 20 Januari 2020 mereka bertemu dengan turis asing sebagai native speaker dan berbicara banyak (speaking) pada native speaker tersebut. Kemudian para native speaker tersebut memahami terhadap semua kata yang diucapkan oleh siswa siswi 12 MIPA 4 MAN Kendal. Tapi ketika native speaker itu berbicara banyak pada siswa siswi kami, mereka mengalami gagal paham terhadap apa yang native speaker ucapkan.

Menurut penulis kesulitan yang dihadapi oleh para siswa terhadap keterampilan listening itu dikarenakan ada dua kekurangan yaitu : 1. Siswa siswi terlalu miskin perbendaharaan kata Inggris (vocabulary). 2. Kurangnya proses pembiasaan untuk mendengarkan (listening) terhadap kata-kata bahasa Inggris. Mereka kurang terbiasa mendengarkan kata-kata bahasa Inggris.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas penulis mencoba memberikan solusi yaitu melalui pembiasaan mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris disertai mencoba mencari makna yang terkandung di dalamnya. Kegiatan ini bisa dilakukan sesering mungkin, dengan menggunakan berbagai media misalnya radio manual, radio tape recorder, radio yang ada di sebuah handphone. Semakin sering mendengarkan lagu lagu bahasa Inggris maka anak didik akan menjadi merasa suka dengan materi listening dan menjadi terbiasa kemudian menjadi mudah bagi mereka untuk memahami maknanya, dengan demikian semakin familiar dengan kata-kata bahasa Inggris. (pgn1/ton)

Guru Bahasa Inggris MAN Kendal





Tinggalkan Balasan