Dengan STAD Meningkatkan Keterampilan Membaca Huruf Jawa

158
Oleh: Eny Dyah Ichtiyarwati, S.Pd
Oleh: Eny Dyah Ichtiyarwati, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, SESUAI dengan tuntutan kurikulum 2013 yang lebih dikenal dengan kurikulum 2013 menginginkan bentuk pendidikan yang menyiapkan lulusannya menguasai seperangkat kompetensi yang bermanfaat bagi kehidupannya. Kompetensi ini terdiri dari pengetahuan, ketrampilan dan nilai – nilai dasar yang direfleksikan saat berfikir dan bertindak. Kompetensi dalam pembelajaran Bahasa Jawa meliputi empat aspek ketrampilan berbahasa yaitu mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis. Kemampuan ketrampilan membaca huruf jawa peserta didik kelas VIII di SMPN 34 Semarang masih rendah. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan merangsang imajinasi peserta didik dengan metode Pembelajaran Student Teams Achivement Division (STAD). Pengertian membaca pemahaman juga sering disebut dengan istilah reading comprehension.

Tarigan (1994: 43) menyatakan bahwa membaca pemahaman adalah jenis kegiatan membaca yang berupa menafsirkan pengalaman, menghubungkan informasi baru dengan yang telah diketahui, menemukan jawaban pertanyaan pertanyaan dari bahan( bacaan) tertulis. Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan yang menekankan pada aktivitas siswa dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Metode STAD dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademik. Strategi kooperatif memberikan perkembangan yang berkesan pada hubungan antar anggota kelompok yang berbeda etnis.

Metode STAD meningkatkan kesetiakawanan sosial, menghilangkan sifat yang mementingkan diri sendiri dan egois. Membagun persahabatan berkelanjutan hingga dewasa. Serta meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan. Ada 5 langkah dalam pembelajaran kooperatif metode STAD yaitu: Pertama; penyajian kelas merupakan penyajian yang dilakukan oleh guru secara klasikal di fokuskan pada konsep dan materi yang dibahas yaitu membaca huruf jawa peserta didik bekerja kelompok untuk diskusi dengan bantuan alat peraga kartu huruf jawa yang telah disiapkan kelompoknya masing – masing. Kedua; menetapkan siswa dalam kelompok sangat penting dalam STAD karena dalam kelompok harus tercipta suatu kerja kooperatif antar siswa untuk mencapai kemampuan fungsi kelompok dengan saling meyakinkan bahwa antar kelompok dapat bekerja sama dalam belajar.

Ketiga; siswa diberi tes individual setelah melaksanakan satu atau dua kali penyajian kelas dan bekerja serta berlatih mengerjakan secara kelompok. Keempat; skor peningkatan individual berguna untuk memotivasi agar bekerja keras memperoleh hasil yang lebih baik dibanding sebelumnya. Kelima; pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan / hadiah atas usaha yang telah dilakukan selama belajar. Dengan STAD dapat meningkatkan ketrampilan membaca huruf jawa, peserta didik dapat belajar dengan antusias dan sangat menyenangkan dikelas sehingga dapat mencapai prestasi yang lebih baik. Sehingga dapat meningkatkan ketrampilan membaca huruf jawa di SMPN 34 Semarang semakin meningkat. (gml1/zal)

Guru Mapel Bahasa Jawa SMPN 34 Semarang





Tinggalkan Balasan