Prinsip Ekonomi Terhadap Perilaku Pelajar di Era Generasi Milenial

203
Oleh : Eko Kustianingsih, S.Pd
Oleh : Eko Kustianingsih, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Hal pertama yang perlu diketahui mengenai ekonomi adalah cara untuk mempelajari bagaimana uang bekerja. Saat seorang pelajar diberikan uang jajan oleh orang tua, maka sudah pasti mereka akan menggunakannya dengan sesuka hati. Terlepas dari berapapun jumlah yang akan mereka terima. Pada saat itu juga sebisa mungkin mereka harus mampu dalam mengatur uang yang dimiliki. Oleh karena itu, penting sekali bagi para pelajar untuk menguasai prinsip ekonomi dalam perilaku sehari-hari.

Di era generasi milenial ini banyak hal yang telah mengalami perubahan secara pesat. Salah satunya dapat dilihat berdasarkan kebiasaan pelajar saat menggunakan uang. Adanya perilaku dalam mengatasi keuangan masih perlu mendapatkan bimbingan dari orang tua maupun guru. Jika para pelajar tidak memiliki kontrol yang baik, secara tidak langsung akan berdampak terhadap keberlangsungan hidup mereka di masa depan. Kebanyakan dari mereka hanya mengeluarkan uang atas dasar keinginan semata, bukan karena kebutuhan.

Prinsip ekonomi dapat diartikan sebagai nilai-nilai yang menjadi pertimbangan suatu tindakan dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu. Dalam hal tersebut berlaku sebaliknya bahwa suatu pertimbangan akan disertai pengorbanan untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya. Jadi dapat disimpulkan, inti dari prinsip ekonomi merupakan bentuk efisiensi atas suatu keputusan yang diambil.

Berdasarkan macam-macam prinsip ekonomi terdapat gambaran berupa perilaku pelajar dalam keseharian. Misalnya membuat skala prioritas, bersikap hemat, bertindak rasional, dan mempertimbangkan untung ruginya

Sebagai contoh, siswa-siswa MAN Kendal di era generasi milenial ini tentu sudah tidak asing dengan aplikasi belanja online. Siswa tersebut membeli sebuah barang berupa sepatu lewat aplikasi tersebut. Ketika barang tiba, ternyata ukuran sepatu yang dibeli tidak sesuai. Ia memilih untuk menjual kembali sepatu tersebut karena terlalu kecil dari ukuran kakinya. Dengan begitu, ia harus memperhitungkan antara untung dan rugi. Jika ingin sepatunya cepat laku, maka ia bisa menjual dengan harga yang lebih murah daripada harga belinya. Sebaliknya, ketika memikirkan keuntungan sudah pasti akan dijual dengan menaikkan sedikit dari harga aslinya.

Pada umumnya, era generasi milenial ini sangat berkaitan dengan pertumbuhan para pelajar. Sering kali perilaku konsumtif merupakan salah satu faktor yang menjadi ciri khas pelajar zaman sekarang. Tujuan sebenarnya adalah ingin menjadi pusat perhatian banyak orang, hingga gaya hidup yang harus serba kekinian atau update. Padahal semua hal itu dapat diperoleh jika mereka mampu menerapkan prinsip ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak sekali manfaat yang akan diperoleh para pelajar ketika ada kemauan untuk bersikap hemat dan bertindak rasional. Betapa pentingnya saat menentukan mana yang dianggap prirotas dan bukan. Artinya, mereka akan memiliki sikap menahan diri dengan menekan pengeluaran untuk hal yang tidak begitu penting. Pada akhirnya, para pelajar akan membuktikan sendiri bahwa prinsip ekonomi ini harus segera dilakukan. Jika mereka mampu menerapkannya sejak dini, maka akan memberikan pengaruh besar terhadap perilaku yang dimiliki. Khususnya dalam mengatur dan menghadapi ekonomi di masa sekarang dan masa yang akan datang. (pgn1/ton)

Guru Ekonomi MAN Kendal





Tinggalkan Balasan