Materi Fabel Bantu Peserta Didik Pahami Baik dan Buruk

244
Oleh : Sri Wahyuninengsi S.Pd M.Si
Oleh : Sri Wahyuninengsi S.Pd M.Si

RADARSEMARANG.ID, KARYA sastra selalu menarik perhatian karena mengungkapkan penghayatan manusia paling dalam dari kehidupan. Karya sastra juga mengungkapkan banyak pembelajaran tentang sendi-sendi kehidupan dalam masyatrakat. Dari segi penciptaan, karya sastra merupakan aktualisasi pemikiran pengarang yang diungkapkan dalam karya sebagai wakil zamannya.

Dari sekian banyak karya sastra, fabel adalah salah satu karya yang syarat akan pendidikan karakter. Yaknu, untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan yang tidak hanya berujung pada pencapaian kecerdasan intelektual, tetapi juga mengarah pada pencapaian pembentukan karakter sebagai pengembangan watak positif peserta didik. Penanaman pendidikan karakter dalam kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara memberi contoh atau teladan kepada peserta didik. Materi fabel sangat membantu peserta didik memahami karakter baik dan buruk serta mana yang patut dicontoh ataupun tidak

Penggambaran karakter baik dan buruk pada fabel disajikan secara hitam putih sehingga peserta didik dengan mudah memahami tujuan dari cerita itu. Jika menelisik lebih jauh, dapat menemukan banyak pesan moral yang tertuang pada fabel yang beredar di masyarakat. Berikut ini akan dibahas enam karakter yang sering muncul pada cerita fabel yaitu peduli, menghormati, kreatif, pantang menyerah, dan jujur.

Peduli adalah karakter yang pertama. Peduli berkaitan langsung dengan eksistensi manusia. Peserta didik belajar kepedulian untuk teman, keluarga, tetangga, hewan ataupun tumbuhan. Fabel kerbau dan buaya memperlihatkan tokoh pelanduk yang peduli kepada kerbau yang teraniaya pemahaman akan karakter ini dapat dibaca pada kutipan “Ketika kerbau akan dimangsa buaya pelanduk berterik agar kerbau melompat setelah sampai di air dangkal sehingga terhindar dari tipuan.”

Menghormati diri sendiri dan orang lain secara individu adalah bentuk watak menghargai budaya dan tradisi sendiri dan orang lain dalam suatu komunitas. Mereka menghormati keberhasilan dan mengakui kekalahan. Karakter ini dapat dibaca pada kisah Rusa dan Kura-kura. Pada fabel tersebut digambarkan tokoh rusa yang menghormati kura-kura yang mengalahkannya dalam lomba lari.

Kreatif biasa juga disebut daya cipta. Yakni, mempunyai kemampuan untuk menciptakan yang baru. Mempunyai usaha untuk lepas dari kesulitan dan berhasil dalam suatu kegiatan. Watak kreatif dapat dilihat dalam fabel yang menunjukkan secara jelas usaha kreatif kuda, lintah, siput, kura-kura dan pelanduk. Dalam salah satu fabel tersebut digambarkan “Si kuda berlari melesat menuju garis finish dan menjadi pemenang.”

Pemberani adalah sikap pantang menyerah. Seseorang yang pernah mengalami kegagalan akan selalu mencari cara agar terhindar dari kegagalan. Contoh karakter pemberani dapat dilihat pada kisah Siput dan Gagak. Siput dengan berani menerima tantangan gagak karena tidak mau disepelekan oleh gagak.
Jujur itu perilaku yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan, dan perbuatan. Dalam fabel Rusa dan Kura-kura diceritakan tentang kejujuran kura-kura yang mengakui kepada rusa bahwa dia lamban berjalan.

Beragamnya ajaran pada fabel dapat membawa seseorang pada kesimpulan bahwa cerita fabel bagi peserta didik dapat menjadi wahana pendidikan karakter. Karena di dalamnya terangkum potret kehidupan manusia. (gml1/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 34 Semarang





Tinggalkan Balasan