Meningkatkan Pemahaman Siswa dengan Pembelajaran Index Card Match

207
Oleh: Didik Hadi Purnomo, S.Pd
Oleh: Didik Hadi Purnomo, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Memberikan pemahaman kepada siswa ketika dalam menyampaikan materi pembelajaran sangat diperlukan. Tanpa memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru akan mengakibatkan kompetesi siswa tidak akan mencapai hasil maksimal.

Menurut (Anas Sudijono, 2009: 50) mengatakan pemahaman (comprehension) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa seorang siswa dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal yang dia pelajari dengan menggunakan bahasanya sendiri.

Dalam bimbingan TIK terdapat materi tentang mengenalkan perangkat keras akses internet. Di dalam materi tersebut terdapat nama perangkat beserta fungsinya. Dalam materi tersebut target yang harus dicapai oleh siswa adalah siswa mengerti dan memahami nama perangkat keras akses internet beserta fungsinya.

Siswa SMP Negeri 1 Siwalan khususnya kelas IX masih mengalami kendala dalam memahami materi bimbingan TIK tentang perangkat keras akses internet. Akibatnya pencapaian kompetensi masih sangat rendah. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang tepat agar siswa lebih mudah memahaminya.
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Model pembelajaran adalah pola interaksi siswa dengan guru di dalam kelas yang menyangkut pendekatan, strategi, metode, teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Dalam suatu model pembelajaran ditentukan bukan hanya apa yang harus dilakukan guru, akan tetapi menyangkut tahapan-tahapan, prinsip-prinsip reaksi guru dan siswa serta sistem penunjang yang disyaratkan (http://digilib.unila.ac.id/)

Untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi tersebut diperlukan model pembelajaran yang tepat salah satunya menggunakan model pembelajaran Index Card Match. Index Card Match adalah sebuah model pembelajaran yang pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, model, dan teknik pembelajaran.

Model pembelajaran Index Card Match atau mencari pasangan merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam bimbingan TIK Kelas IX pada materi perangkat keras akses internet. Penerapan model pembelajaran ini dimulai dari teknik. Yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal yang dipegang oleh siswa. Siswa diharapkan mampu mencari pasangan kartunya sebelum batas waktu yang ditentukan. Siswa yang dapat mencocokkan kartunya lebih cepat akan diberi poin.

Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran Index Card Match ini adalah pertama, guru membuat potongan kartu dimana dalam pembuatan kartu disesuaikan dengan jumlah siswa dalam kelas dan kartu tersebut dibagi menjadi dua kelompok.

Kedua, guru menulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya yang telah dipersiapkan. Setiap kartu satu pertanyaan dan jawaban. Ketiga, kocok semua kartu sehingga akan tercampur antara soal dan jawaban. Bagi setiap siswa satu kartu, sebagian siswa akan mendapatkan soal dan jawaban. Keempat, siswa disuruh untuk mencari pasangannya. Jika sudah ada yang menemukan pasangannya, mintalah siswa untuk duduk berdekatan.

Kelima, siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, minta setiap pasangan secara bergantian membacakan soal yang diperoleh dengan suara keras kepada temannya. Selanjutnya soal tersebut dijawab oleh pasangannya.

Dengan Index Card Match ini pemahaman materi perangkat keras akses internet yang disampaikan oleh guru lebih bisa dipahami sehingga materi tersebut dapat diserap dengan baik dan kompentesi siswa bisa meningkat. (pkl2/lis)

Guru BTIK SMP Negeri 1 Siwalan





Tinggalkan Balasan