Belajar IPA Mudah dan Kreatif dengan Mind Mapping

1125
Oleh : Sri Umikarti, S.Pd
Oleh : Sri Umikarti, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Besok ulangan harian Bab 4 dengan materi Pemanasan Global. Terbayang oleh anak-anak materi hafalan yang harus dikuasai karena begitu banyaknya catatan dan sulitnya menghafal. Ayo simak belajar mudah bersama mind mapping sehingga lebih mudah menguasai konsep dan lebih menarik karena banyak warna dalam catatan kita.

Mind Mapping adalah cara memetakan materi untuk menghubungkan konsep permasalahan tertentu dari cabang membentuk kolerasi suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan kreativitas sehingga lebih menarik dan mudah dipahami. Mind Map pertama kali digagas oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Tony adalah ketua Yayasan Otak, pendiri klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep melek mental.

Mind mapping, dikenal sebagai pemetaan pikiran atau peta pikiran, adalah salah satu cara mencatat materi pelajaran yang memudahkan siswa belajar. Mind mapping bisa juga dikategorikan sebagai teknik mencatat kreatif.

Dikategorikan ke dalam teknik kreatif karena pembuatan mind mapping ini membutuhkan pemanfaatan imajinasi dari si pembuatnya. Siswa yang kreatif akan lebih mudah membuat mind mapping ini. Begitu pula, dengan semakin seringnya siswa membuat mind mapping, dia akan semakin kreatif.

Dalam proses pembelajaran dengan mind mapping guru harus dapat menciptakan suasana yang menyenangkan yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan mind mapping. Model pembelajaran mind mapping sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban. Dipergunakan dalam kerja kelompok secara berpasangan (2 orang).

Dalam proses pembelajaran mind mapping, langkah-langkah yang saya tempuh saat proses pembelajaran di kelas adalah : Pertama, siswa menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pembuatan mind mapping, kertas, pulpen dengan beberapa warna. Kedua, guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai. Ketiga, guru memberikan tema utama yang akan diletakan ditengah-tengah dengan penjelasan materi awal dan skenario pembuatan mind mapping Keempat, siswa bekerja berpasangan dimulai dari tema utama, kemudian menentukan cabang-cabang utama yang berhubungan dengan tema utama. Kelima, siswa melanjutkan dengan menentukan subtopik sebagai ranting yang diambil dari cabang utama. Bagian inilah siswa mulai dengan kreativitas menggunakan gambar, simbol, kode dan dimensi dari pemikiran dalam kelompoknya. Keenam, siswa berkolaborasi berdua menuangkan konsep dalam mind mappingnya. Ketujuh, siswa mempresentasikan hasil mind mapping di depan kelas, sambil refleksi terhadap materi yang telah dikuasai.

Dari pengalaman penulis saat mengajar di dalam kelas model pembelajaran mind mapping ini memiliki kelebihan yaitu pertama siswa lebih mudah dan cepat menguasai konsep karena tema utama dan cabang-cabangnya bisa terlihat dalam satu lembaran kerja. Kedua, siswa akan lebih kreatif karena pembuatan mind mapping ini membutuhkan pemanfaatan imajinasi dari masing-masing siswa. Siswa yang kreatif akan lebih mudah membuat mind mapping ini. Begitu pula, dengan semakin seringnya siswa membuat mind mapping, dia akan semakin kreatif. Ketiga dapat menghemat waktu, karena materi lebih ringkas. Keempat, menyenangkan karena siswa lebih bisa menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam mind mapping dan menghasilkan gambaran catatan yang menarik. Akhirnya siswa dapat mempresentasikan materi Pemanasan Global dengan mudah dan kreatif dengan menggunakan mind mapping. (pkl2/ton)

Guru IPA SMP Negeri 5 Batang

Tinggalkan Balasan