Belajar Agama tentang Gerakan Salat melalui Demonstrasi

196
OLEH : Dian Septiana, S.Pd.I
OLEH : Dian Septiana, S.Pd.I

RADARSEMARANG.ID, SITUASI dan kondisi belajar memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan siswa kelas II untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep dalam pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran yang menyangkut materi, metode, media alat peraga dan sebagainya harus juga mengalami perubahan ke arah pembaharuan (inovasi). Dengan adanya inovasi tersebut diatas dituntut seorang guru untuk lebih Kreatif dan Inovatif, terutama dalam menentukan model dan metode yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan siswa terutama pembentukan kecakapan hidup (life skill) siswa yang berpijak pada lingkungan sekitar. Untuk itu Model Pembelajaran dengan penerapan metode demonstrasi langsung oleh guru memacu siswa akan lebih aktif, kreatif serta akan bisa termotivasi untuk mau belajar. Sehingga pada akhirnya siswa bisa mencapai hasil minat yang maksimal.

Dengan demikian semua tujuan yang telah disusun oleh guru di dalam rencana pembelajaran akan bisa tercapai dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran ini diadakan di SD Negeri 01 Gejlig Kajen Kabupaten Pekalongan semester 2. Strategi ini digunakan karena di dasarkan oleh fakta bahwa siswa kelas II SD Negeri 01 Gejlig Kajen masih belum bisa mencapai hasil minat belajar yang maksimal dalam gerakan sholat pada pertemuan sebelumnya.

Dalam kesempatan ini kegiatan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi langsung, kegiatan ini dilakukan dengan mengikuti alur pokok yang meliputi refleksi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Proses kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi tentang kewajiban seorang muslim adalah sholat dan menanyakan siapa yang tadi melaksanakan sholat subuh, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti tentang tata cara sholat dengan metode demonstrasi secara langsung diawali praktek oleh guru kemudian siswa bersama-sama meniru dan mempraktekkan gerakan sholat.

Dengan kegiatan demonstrasi yang dilaksanakan bersama-sama ini antusiasme siswa tinggi sehingga hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan dibuktikan dengan hasil pengamatan meningkat dengan signifikan dibanding dengan sebelumnya, dengan metode belajar ini ketuntasan belajar sejumlah hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikan, yang tuntas belajar dari 32 siswa yang sebelumnya hanya 15 siswa ( 46,87 %) dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan ketuntasan belajar menjadi 28 siswa tuntas materi sholat ( 87,50 %), Jadi secara umum, hasil evaluasi siswa mengalami peningkatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode demontrasi ini dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa.

Dari pelaksanaan refleksi diperoleh rekomendasi untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada pembelajaran berikutnya. Ini perlu dilakukan sebab masih ada beberapa siswa yang memperoleh nilai rendah (di bawah 70). kesimpulan dari pembelajaran ini jelas terlihat adanya peningkatan nilai yang signifikan dibandingkan sebelumnya. Maka direkomendasikan bahwa metode pembelajaran latihan terbimbing dengan melakukan demonstrasi langsung baik untuk diterapkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Gerakan Sholat.

Harapan dari pembelajaran ini adalah disamping memberikan pengetahuan melalui pengalaman langsung juga agar lebih memotivasi siswa dalam menerapkan pengetahuannya akan sholat dapat dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari. (pkl1/zal)

SDN 01 Gejlig Kajen Kabupaten Pekalongan





Tinggalkan Balasan