Pentingnya Guru Memahami Langkah-Langkah Membaca Permulaan

195
Oleh: Nanik Suhardini, S.Pd.SD
Oleh: Nanik Suhardini, S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, Membaca adalah langkah untuk memperoleh ilmu. Membaca juga merupakan hal sangat penting dalam proses pembelajaran Membaca sebagai aktifitas visual merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan.

Sementara di kelas satu sekolah dasar biasanya siswa belum mampu semua membaca, karena latar belakang yang berbeda. Hal ini juga terjadi di kelas I SDN Purwokerto kecamatan Patebon kabupaten Kendal. Masih banyak siswa yang belum bisa membaca sampai semester satu berakhir. Guru kelas I SDN Purwokerto berupaya agar siswa kelas I mempunyai kemampuan membaca secara lancar karena membaca adalah langkah utama untuk memperoleh pengetahuan yang lebih luas.

Rahim (2008:9) menerangkan pada hakikatnya membaca adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Keterampilan membaca menurut (Broughton dalam Tarigan, 2008:11) mencakup tiga komponen yaitu: 1) Pengenalan terhadap aksara tanda-tanda baca adalah keterampilan terhadap aksara serta tanda-tanda baca merupakan suatu kemampuan untuk mengenal bentuk-bentuk yang disesuaikan dengan model yang berupa gambar. Gambar di atas suatu lembaran, lengkungan-lengkungan, garis-garis dan titik-titik hubungan-hubungan berpola yang teratur dan rapi. Gambar itu digunakan sebagai model aksara tulis. Melalui aksara tersebut, pembaca akan memahami maksud yang disampaikan oleh penulis; 2) Korelasi aksara beserta tanda-tanda baca dengan unsur-unsur linguistik yang formal. Mengorelasikan aksara beserta tanda baca dengan unsur linguistik merupakan suatu kemampuan untuk menghubungkan tanda-tanda hitam diatas kertas dengan unsur bahasa yang formal. Unsur tersebut dapat berupa kata, frasa, kalimat, paragraf, atau wacana; 3) Makna atau meaning pada hakikatnya mencakup keseluruhan keterampilan intelektual. Keterampilan memahami makna merupakan kemampuan untuk menghubungkan tanda-tanda hitam di atas kertas. Bahasa formal merupakan kata-kata sebagai bunyi dengan makana yang dilambangkan oleh kata-kata tersebut.

Untuk mengatasi kesulitan membaca di kelas I SDN Purwokerto Kecamatan Patebon Kendal, guru kelas I menggunakan langkah-langkah membaca permulaan. Menurut Darmiyati dan Budiasih (1996/1997: 50-51) membaca permulaan diberikan secara bertahap yakni sebagai berikut: Pertama yaitu pramembaca. Pada tahap ini siswa diajarkan: 1) sikap duduk yang baik, 2) cara meletakan/menempatkan buku di meja, 3) cara memegang buku, 4) cara membalik halaman buku yang tepat, dan 5) melihat/memperhatikan gambar atau tulisan. Kedua yaitu membaca. Pada tahap ini siswa diajarkan: 1) lafal dan intonasi kata dan kalimat sederhana (menirukan guru), 2) huruf-huruf yang banyak digunakan dalam kata dan kalimat sederhana yang sudah dikenal siswa (huruf-huruf diperkenalkan secara bertahap sampai pada 14 huruf).

Dengan penuh kesabaran guru kelas I mengajarkan cara membaca permulaan seperti di atas, ternyata membuahkan hasil. Siswa pelan-pelan mulai bisa membaca yang diawali pengenalan huruf, kemudian mengenal bacaan suku kata, dan akhirnya siswa mampu membaca dari kata demi kata menjadi sebuah kalimat. (pgn1/ton)

Guru SDN 1 Purwokerto Patebon Kendal





Tinggalkan Balasan