Diskusi Terprogram Dorong Keberanian Siswa Bertanya

88
Oleh : Bamabang Purwanto S.Pd
Oleh : Bamabang Purwanto S.Pd

RADARSEMARANG.ID, TUGAS guru selain dituntut mengajar siswa menjadi cerdas dan pandai dalam keilmuan, juga harus mendidik siswa memiliki karakter kepribadian yang baik. Di antaranya dapat mendorong siswa untuk memiliki kemauan dan kemampuan bertanya dalan proses belajar mengajar tiap materi yang diajarkan. Namun realitasnya di SMP 2 Pageruyung Kendal, kemauan dan kemampuan bertanya siswa masih sangat rendah. Terutama dalam mata pelajaran (mapel) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Sebetulnya kondisi tersebut umum dirasakan di sekolah yang lokasinya di pedesaan atau sekolah pinggiran yang dikelilingi alas karet (alaska). Mata pencaharian sebagian besar orang tua siswa adalah bertani. Kebanyakan orang tua, kurang perhatian atas pendidikan anak-anaknya. Motivasi belajar siswa pun rendah, tak sekuat siswa di sekolah perkotaan. Kondisi tersebut diperparah dengan lokasi sekolah yang jauh, namun sarana transportasi minim. Bahkan sarana dan prasarana sekolah juga terbatas. Tentu saja, guru yang mengajar di sekolah pinggiran, tentu harus sekuat tenaga menanamkan rasa bangga dan semangat belajar siswa, demi masa depan sebagai penerus bangsa.

Perlu diketahui, SMPN 2 Pageruyung pada tahun pelajaran 2019/2020 ini, memiliki 6 kelas. Yakni kelas IX ada 3 kelas, kelas VIII ada 1 kelas dan kelas VII ada 2 kelas. Dari data tersebut, dalam pelaksanaan pembelajaran/pemberian materi di depan kelas, yakni dari kelas VII sampai kelas IX, hanya 0.1 persen yang berani dan mau bertanya serta menyampaikan pendapat tentang materi pelajaran yang diajarkan. Atau bertanya tentang materi yang belum jelas bagi siswa. Artinya, 99 persen siswa SMPN 2 Pageruyung sangat rendah kemauan dan kemampuan bertanya dalam proses belajar mengajar.

Kondisi tersebut membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat. Sehingga penulis menerapkan strategi diskusi kelompok terprogam/terencana untuk memotivasi kemauan dan kemampuan bertanya para siswa dalam mapel IPS.
Langkahnya, siswa diarahkan membentuk kelompok diskusi yang terencana. Setiap kelompok anggotanya antara 4–5 siswa. Dalam penyajian hasil diskusi, setiap kelompok diberikan materi/soal diskusi yang berbeda.

Materi diambil dari buku paket yang digunakan. Setelah materi diskusi diberikan dan dipahami oleh semua siswa, selanjutnya setiap anggota kelompok menyampaikan materi atau mempresentasikan materi di depan siswa. Seluruh siswa yang lain, wajib memberikan pertanyaan kepada salah satu peserta diskusi yang lain sesuai materi yang diberikan. Secara otomatis siswa terdorong dan mau bertanya pada kegiatan proses belajar mengajar di kelas tersebut.

Setiap siswa walau ada kekurangannya, pasti memiliki kemampuan dan kelebihan. Karena itulah, untuk mencapai hasil yang baik dalam proses belajar mengajar, perlu penerapan metode yang tepat dan sesuai dengan kondisi dan lingkungan siswa. Melalui metode diskusi terprogram tersebut, hasilnya bisa memotivasi dan mendorong siswa memiliki keberanian bertanya dan menjawab melalui diskusi kelompok. Dampaknya, meningkatkan hasil belajar yang maksimal atau sesuai harapan. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) pun tercapai. (pgn1/ida)

Guru SMPN 2 Pageruyung Kendal





Tinggalkan Balasan