Tanya Jawab dengan Variasi Media Pembelajaran, Tingkatkan Hasil Belajar

281
Oleh : R. Agung Budi Laksono, S.Pd.,M.Pd
Oleh : R. Agung Budi Laksono, S.Pd.,M.Pd

RADARSEMARANG.ID, Tugas seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa tidak mudah. Guru harus memiliki berbagai kemampuan yang dapat menunjang tugasnya agar tujuan pendidikan dapat dicapai. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki guru ialah mengembangkan model pembelajaran.

Seorang guru harus dapat menyesuaikan antara model yang dipilihnya dengan kondisi siswa, materi pelajaran, dan sarana yang ada. Oleh karena itu, guru harus menguasai beberapa jenis model pembelajaran agar proses belajar mengajar berjalan lancar dan tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.

Pembicaraan tentang pembelajaran tidak bisa dilepaskan dari istilah kurikulum dan pengertiannya. Secara singkat hubungan keduanya dapat dipahami sebagai berikut: pembelajaran merupakan wujud pelaksanaan (implementasi) kurikulum, atau pembelajaran ialah kurikulum dalam kenyataan implementasinya.

Munandir (2000:255) memberikan batasan mengenai pembelajaran ialah hal membelajarkan. Artinya mengacu ke segala daya upaya bagaimana membuat seseorang belajar, bagaimana menghasilkan peristiwa belajar di dalam diri orang tersebut.
Gagne dalam Munandir (2000:256) menjelaskan pembelajaran tersusun atas seperangkat peristiwa (even) yang ada di luar diri si belajar. Diatur untuk maksud mendukung proses belajar yang terjadi dalam diri si belajar tadi. Peristiwa-peristiwa pembelajaran itu adalah menarik (membangkitkan) perhatian; memberitahukan tujuan belajar; mengingat kembali hasil belajar prasyarat (apa yang dipelajari); menyajikan stimulus; memberikan bimbingan belajar; memunculkan perbuatan (kinerja) belajar; memberikan balikan (feedback), menilai kinerja belajar, dan meningkatkan retensi dan transfer.

Berdasarkan hal tersebut, terkandung pengertian bahwa pembelajaran bisa berlangsung tanpa kehadiran guru. Kalaupun guru hadir, ia bukan seorang “penyampai bahan”, atau “penyaji materi”, melainkan sekadar media. Guru adalah media, dan ia salah satu saja dari media pembelajaran. Pembelajaran tanpa seorang guru mengasumsikan kemandirian dan aktivitas siswa selalu belajar.
Metode tanya jawab dengan variasi media pembelajaran pada kompetensi dasar ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika kelas X semester genap, siswa sangat antusias. Sehingga dapat mendiskripsikan dan memberikan contoh bentuk ancaman baik dari dalam dan dari luar.

Ancaman dari dalam negeri contohnya demonstrasi yang brutal atau anarkis, radikalisma, ekstrimisme. Sedang ancaman dari luar terorisme, geopolitik, persaingan dagang yang tidak sehat.

Bagaimana cara mengatasi ancaman dari dalam negeri bangsa Indonesia? Melalui pemerintah pusat sampai pemerintah daerah harus bersinergi menerapkan rasa nasionalisme dan patriotisme secara terus menerus. Meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat Indonesia terutama dari kalangan menengah ke bawah. Pemerintah pusat sampai daerah melakukan operasi pasar sehingga harga stabil dan selalu ada kontrol sehingga apabila ada hal-hal yang mencurigakan segera dapat teratasi.

Bagaimana cara mengatasi ancaman dari luar negeri bangsa Indonesia? Tingkatkan kerja sama bilateral pada bangsa bangsa di dunia dalam semua aspek kehidupan. Tingkatkan kerja sama multilateral dalam semua aspek kehidupan. Intensifkan kerja sama baik tingkat ASEAN, OPEC, ACFTA, OKI, PBB dan semua kerja sama pada dunia internasional.

Bangsa Indonesia maupun dunia internasional dalam mengatasi sebuah ancaman harus diatasi secara bersama-sama. Sehingga ancaman tidak akan terjadi dan jangan sampai ada latar belakang yang negatif dalam menyelesaikan ancaman dari dalam dan dari luar. (gml2/lis)

Guru PPKn SMA Negeri 13 Semarang





Tinggalkan Balasan