Peranan Komputer dalam Pembelajaran Teknik Ketenagalistrikan

94
Oleh : Muhammad Alfian, S.Pd
Oleh : Muhammad Alfian, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, COMPUTER Assisted Instruction (CAI) adalah suatu pembelajaran yang menggunakan komputer dalam menyampaikan materi ajar dan siswa dapat melakukan aktifitasnya secara langsung dengan berinteraksi melalui komputer. Menurut Hick dan Hyde (dalam Wena, 2011:203), CAI atau pembelajaran berbasis komputer adalah a teaching process directly involving a computer in the presentation of instructional matenals in an interactive mode to provide and control the individualized learning environment for each individual student.

Bentuk interaksi peserta didik dengan komputer antara lain : praktik dan latihan (drill and practice) yaitu untuk melatih siswa sehingga memiliki kemahiran dalam suatu keterampilan; kedua simulasi (simulation) yaitu; mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata sehubungan dengan materi dalam pembelajaran, ketiga Percobaan atau eksperimen yaitu diharapkan siswa dapat menjelaskan suatu konsep atau fenomena tertentu berdasarkan eksperimen yang dilakukan secara maya tersebut, keempat permainan (game) yaitu diharapkan terjadi aktivitas belajar sambil bermain sehingga siswa tidak merasa sedang mempelajari suatu konsep dan bersifat menyenangkan

Pada jurusan tekhnik ketenagalistrikan khususnya pada pembelajaran pengendalian tenaga listrik, di sekolah kami (SMKN 2 Kendal) penggunaan komputer oleh siswa sudah menjadi kewajiban. Penggunaan komputer diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan unik peserta didik diantaranya pertama berbentuk tutorial, yaitu dengan pengajuan pertanyaan atau tugas ketenagalistrikan, setelah melewati proses pembelajaran untuk mengukur tingkat penguasaan materi yang telah diterima. Kedua praktik dan latihan, yaitu melatih siswa memiliki kemahiran keterampilan atau memperkuat penguasaan suatu konsep tekhnik kelistrikan. Ketiga Simulasi (simulation) yaitu suatu program aplikasi yang diharapkan aplikasi simulasi tersebut menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata. Keempat percobaan atau eksperimen yaitu mirip dengan simulasi, namun ditujukan pada kegiatan-kegiatan yang bersifat eksperimen. Kelima Permainan (game) yaitu bentuk permainan yang disajikan untuk memacu proses pembelajaran menyenangkan dan diharapkan terjadi kretivitas belajar.

Pengajaran menggunakan tekhnologi komputer sebagai media pembelajaran maupun sebagai peralatan praktikum sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan oleh guru maupun peserta didik. Hal ini dikarenakan tekhnologi komputer salah satunya dapat dimasukkan perangkat lunak atau software-software pendukung untuk menyelesaikan pekerjaan yang dihadapinya

Beberapa contoh software pendidikan tekhnik ketenagalistrikan yang digunakan antara lain pertama aplikasi simulasi, yaitu suatu program aplikasi yang bertujuan untuk menghadirkan sistem riil dalam bentuk maya melalui penggunaan tiruan dari komponen-komponen dalam rangkaian kelistrikan, contohnya Festofluidsim yaitu software simulasi untuk rangkaian elektropneumatik, Elektric Kontrol Tekhnik Simulator (EKTS) yaitu software simulasi untuk instalasi tenaga listrik. Kedua aplikasi pemrograman, yaitu suatu perangkat lunak yang disiapkan untuk membantu dibidang kelistrikan, contohnya Lifewire yaitu software aplikasi untuk pembuatan rangkaian elektronika, Zelliosoft dan CX One yaitu software aplikasi untuk pengendali ketenagalistrikan.

Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan, menciptakan iklim belajar yang efektif bagi peserta didik yang lambat (slow learner), dan memacu efektivitas belajar siswa yang cepat (fast learner) menjadikan komputer sebagai pilihan pembelajara kekinian. Komputer dapat diprogram untuk memberikan umpan balik terhadap hasil dan prestasi belajar siswa (reinforcement), dirancang untuk memberikan preskripsi atau saran bagi pemakai dalam kegiatan pembelajarannya. Disamping itu komputer juga dapat dipadukan dengan perangkat mekanik untuk menggerakkan suatu mesin. Sehingga dengan demikian komputer menjadi peranan penting dalam pembelajaran tekhnik ketenagalistrikan, lebih-lebih dalam menyongsong era tekhnologi industri dunia 4.0. (pgn1/zal)

Guru Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 2 Kendal

Tinggalkan Balasan