Memahami Perpindahan Panas melalui Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw

147
Oleh: Kholifah, S.Pd.
Oleh: Kholifah, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID,DI alam raya ini banyak benda yang merupakan sumber alam yang harus dimanfaatkan dan perlu digunakan untuk kepentingan manusia. Untuk memahami sumber alam yang biasanya diketahui melalui proses pembelajaran. Tetapi kadang-kadang untuk memahami materi pelajaran siswa tidak mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga anak mengalami kejenuhan dan tidak konsentrasi dalam mengiti pembelajaran di kelas. Hal ini terjadi terhadap siswa kelas 5 SDN 1 Patukangan kecamatan Kendal kabupaten Kendal. Hal ini terjadi karena metode ataupun model pembelajaran guru kurang menarik bagi siswa pada KD. 3.6 Menerapkan konsep perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu guru harus mencari solusi model pembelajaran yang bisa meningkatkan semangat siswa sehingga materi tentang benda konduktor dan isolator bisa diterima siswa dengan baik.

Abdulhak dalam Rusman (2014, h. 203) mengatakan,“ Pembelajaran cooperative learning dilaksanakan melaui proses sharing antara peserta belajar, sehingga dapat mewujudkan pemahaman bersama di antara peserta belajar itu sendiri”. Dalam pembelajaran ini akan tercipta sebuah interaksi yang lebih luas, yaitu interaksi dan komunikasi yang dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan guru (multi way traffic comunicattion). Tujuan penting dari pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah untuk mengajarkan kepada siswa untuk mengajarkan kepada siswa keterampilan kerja sama dan kolaborasi. Keterampilan ini penting dimiliki di dalam masyarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian besar dilakukan dalam organisasi yang saling bergantung sama lain dan di mana masyarakat secara budaya semakin beragam.

Untuk mengatasi permasalahan pada siswa di kelas 5 SDN 1 Patukangan Kendal, maka guru menerapkan Model pembelajaran jigsaw. Langkah-langkah pembelajaran Model Jigsaw menurut Elliot Aronson, (dalam Okklien 2010: 16), melalui 6 tahapan sebagai berikut: 1) Guru mempersiapkan materi yang dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran berkelompok sesuai dengan pelajaran kooperatif, yakni siswa dibagi beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang). Terdiri dari siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Selain itu dipertimbangkan kriteria heterogenitas lainya seperti jenis kelamin dan ras, 2) Penyajian materi dalam penerapan kooperatif tipe Jigsaw pada awalnya diperkenalkan melalui penyajian kelas. Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab, 3) Setiap anggota kelompok membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya. Sebagai contoh, jika materi yang diberikan adalah perpindahan panas, seseorang siswa mempelajari tentang perpindahan panas, siswa lain mempelajari tentang perpindahan panas, 4) Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari dari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikanya, 5) Setiap anggota kelompok ahli setelah kembali kekelompoknya bertugas mengajar teman-temanya, 6) Pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa-siswa dikenai tagihan berupa kuis. Memberikan kuis pada siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran. Siswa tidak diperbolehkan kerjasama pada saat mengerjakan tes itu. Siswa menjawab seluruh pertanyaan secara induvidu.

Setelah guru memberikan pembelajaran Model Kooperatif Jigsaw ternyata siswa lebih aktif terlibat dalam pembelajaran materi perpindahan panas. Terjalinnya keakrapan siswa terlihat antar siswa saling menanggapi ketika masing-masing kelompok menampilkan hasil kelompok. Dan yang utama siswa mampu memahami materi tentang perpindahan panas. (pgn1/zal)

Guru Kelas V SDN 1 Patukangan, Kendal

Tinggalkan Balasan