Aplikasi MPD Dongkrak Hasil Belajar IPS Peserta Didik

116
Oleh: THORIQ, S.Pd
Oleh: THORIQ, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, MUTU kegiatan belajar akan mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar peserta didik terutama materi pembelajaran IPS. Oleh karena itu, kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa perlu di rancang dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil percepatan belajar secara optimal, dan sebaliknya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak hanya ditekan kan pada pencapaian aspek intelektual saja, melainkan dalam pembelajaran perlu di ciptakan kegiatan dan suasana belajar yang memungkinkan berkembangnya semua dimensi dalam pendidikan, seperti: watak, kepribadian, intelektual, emosional, dan sosial. Sehingga diharapkan tercapai kemajuan dan perkembangan yang seimbang antara semua dimensi tersebut.

Strategi pembelajaran untuk mencapai semua dimensi di atas, adalah strategi pembelajaran yang terfokus pada belajar bagaimana seharusnya belajar. Strategi ini harus menekankan pada perkembangan kemampuan intelektual tinggi, memiliki kepekaan terhadap kemajuan belajar dari tingkat konseptual rendah ke tingkat intelektual tinggi. Untuk itu metode pembelajaran yang paling sesuai antara lain metode pembelajaran induktif, divergen dan berfikir evaluatif. Pembelajaran model hafalan pada pembelajarn program peserta didik yang memiliki kemampuan lebih sejauh mungkin dicegah dengan memberikan tekanan pada tekhnik yang berorientasi pad penemuan (discovery oriented) dan pendekatan induktif.

Selama ini pembelajaran IPS masih bersifat konvensional yang ditandai oleh strukturalistik dan mekanik dengan pendekatan pembelajaran yang masih bersifat tradisional, antar lain pembelajaran yang berp;usat pada guru. Menurut hasil pengamatan dan pengalaman mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang mudah dan hafalan sehingga peserta didik menganggap tidak tertarik dan tidak memperhatikan aspek-aspek lain. Kegiatan belajar peserta didik cvenderung pasif yang terefleksi oleh dominasi pembelajaran satu arah oleh guru, sehingga hasil belajar kurang bermakna.

Media yang ada berupa buku teks pelajaran dan LKS kurang membantu peserta didik dalam meningkatkan kemapuan analisanya karena tidak disertai ilustrasi yang dapat memancing keinginan peserta didik/momotivasi peserta didik untuk belajar lebih. Pembelajaran IPS materi Letak dan Luas Indonesia seharusnya diarahkan untuk mencari tahu dan menemukan pemahaman yang rasional sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang berbagai literasi yang ada.

Metode Pembelajaran Digital (MPD) sebagai metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dasar IPS, Adapun pelaksanaan MPD dikelas VIII A SMPN 2 Warungasem dengan langkah sebagai berikut: pertama, guru menyajikan materi letak dan luas geografi, peserta didik menyimak dan mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum jelas. Kedua, guru membagi peserta didik dalam kelompok belajar dan menyampaikan lembar kerja. Ketiga, guru menyampaikan langkah-langkah pembelajaran dengan Metode Pembelajaran Digital (MPD), peserta didik bertanya terkait materi yang kurang jelas. Keempat, Guru membagikan lembar kerja, peserta didik mengerjakan lembar kerja dengan anggota kelompoknya. Kelima, Guru memimbing peserta didik dalam presentasi dan ditanggapi peserta didik yang lain.

Generasi digital penuh pengetahuan, namun berisiko lemah dalam karakter cakap berpikir dan menerima perbedaan. Mereka cenderung tahu banyak hal, namun sulit mengkonstruksi pengetahuannya dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, perlu adanya revolusi metode pembelajaran yang harus kita lakukan. Pertama, kurangi metode ceramah. Kedua, fokus pada pembelajaran seumur hidup, bukan untuk ujian. (pkl1/zal)

Guru IPS SMPN 2 Warungasem

Tinggalkan Balasan