Efektivitas Menulis Geguritan dengan Metode Nature Learning

456
Oleh: Endang Pursetyowati, S.Pd
Oleh: Endang Pursetyowati, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, MENULIS adalah salah satu keterampilan berbahasa, walaupun menulis merupakan keterampilan berbahasa pada posisi terakhir, menulis merupakan posisi paling penting dalam kehidupan alamiah seseorang. Potensi menulis ini, telah diwariskan oleh Alloh SWT kepada seluruh umat manusia untuk dilaksanakan, dilatih, dan dikembangkan dengan berbagai usaha, termasuk di dalamnya memerlukan pendekatan, metode, dan teknik yang tepat guna dan tepat sasaran. (Tarigan,1988:3). Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang dinilai siswa paling sulit, padahal menulis adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Salah satu keterampilan menulis yang harus siswa SMP kuasai adalah menulis geguritan (puisi). Sedangkan puisi menurut Waluyo (1995:25) adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif.

Berdasarkan uraian di atas menjadi tantangan bagi penulis untuk memberikan pembelajaran yang lebih baik, menarik , dan menyenangkan.Guru juga harus dapat mengambil keputusan atas dasar penilaian yang tepat ketika siswa belum dapat menulis dalam kegiatan pembelajaran,apakah kegiatan pembelajaran dihentikan, diubah modelnya, atau mengulang dulu pembelajaran yang lalu, guru juga harus mampu menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan model mengajar. Penggunaan model mengajar yang tepat akan mampu meningkatkan kemampuan dan prestasi siswa.

Dalam pembelajaran bahasa jawa khususnya kelas IX, pada Kompetensi Dasar, 4.6 Menulis dan Membaca Geguritan, penulis menyadari kurang efektifnya pembelajaran menulis geguritan dengan rendahnya keterampilan menulis geguritan sebagian besar siswa kelas IX di SMPN 15 Semarang. Melalui refleksi yang penulis lakukan, ini penulis menerapkan metode pembelajaran yang berbasis alam yaitu Nature Learning. Metode Nature Learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan alam sekitar sebagai media.

Metode ini melibatkan siswa melakukan aktivitas belajar di luar kelas, misalnya di taman sekolah, halaman sekolah,atau juga bisa di lapangan sekolah. Dengan melakukan pembelajaran di luar kelas, diharapkan dapat menumbuhkan kesenangan bagi siswa, sehingga siswa dapat lebih mudah menuangkan ide-ide kreatif yang ada dalam pikirannya. Hal ini telah penulis amati dan bandingkan, kemampuan siswa SMP 15 Semarang kelas IX dalam menulis geguritan sebelum dan sesudah menggunakan metode Nature Learning mengalami perubahan yang signifikan. Setelah menggunakan metode nature learning ,siswa lebih mudah dan lebih kreatif menuangkan ide-idenya berdasarkan yang mereka lihat dan mereka amati di lingkungan sekitar.

Pembelajaran menggunakan metode Nature Learning ini telah diterapkan pada kelas IX di SMPN 15 Semarang, semester 2 pada KD 4.6.Menulis dan membaca geguritan, dan hasil kemampuan siswa menulis geguritan mengalami peningkatan. Di samping itu pembelajaran dengan metode ini, menjadi lebih menyenangkan dan mampu menghilangkan kejenuhan siswa belajar terutama di dalam ruangan. (gml2/bas)

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 15 Semarang





Tinggalkan Balasan