Mudah Menulis Karangan Deskripsi melalui Kunjungan Lapangan

202
Oleh: Unik Herniati, S.Pd.
Oleh: Unik Herniati, S.Pd.

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran menulis karangan deskripsi merupakan pembelajaran yang penting bagi siswa. Karena dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, pengalaman, pendapatnya melalui tulisan. Keterampilan menulis di gunakan unuk mencatat, merekam, melaporkan dan mempengaruhi pembaca.Maksud dan tujuan itu dapat dicapai dengan baik apabila dapat menyusun, merangkai dan mengemukakan pendapat secara tertulis. Dengan adanya kurikulum 2013 ini, siswa dituntut mampu menulis karangan deskripsi. Namun kenyataannya siswa kurang mampu menulis karangan deskripsi.

Rendahnya kemampuan menulis karangan deskripsi disebabkan beberapa faktor. Pertama, rendahnya minat dan motivasi siswa dalam menulis karangan. Kedua, siswa tidak terlatih menulis dalam bentuk tulisan apapun, yang menyebabkan permasalahan baru yaitu siswa terbebani apabila mendapat tugas menulis karangan. Ketiga, rendahnya penguasaan kosakata dan penggunaan keterampilan berbahasa. Keempat, sebagian siswa memerlukan banyak waktu untuk mengeluarkan ide dan gagasan dalam sebuah karangan, sehingga membentuk suatu tulisan sesuai dengan objek yang dilihat. Kelima, siswa mengalami kesulitan ketika disuruh untuk mendeskripsikan apa yang dilihat dan didengar. Keenam, waktu yang disediakan terbatas. Hal ini membuktikan ada beberapa faktor yang membuat siswa sulit untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan menjadi karangan deskripsi.

Faktor di atas membuktikan bahwa siswa akan lebih baik menulis jika guru memakai teknik yang lebih efektif. Karena jika guru memakai teknik konvensional, siswa akan merasa bosan. Sebab, siswa hanya memperhatikan dan mendengarkan perintah guru saja, tanpa adanya praktik langsung.

Dengan adanya teknik kunjungan lapangan ini, siswa akan merasa terbantu untuk menuangkan ide- ide menjadi karangan deskripsi. Teknik kunjungan lapangan dapat dijadikan teknik yang sangat tepat dalam menulis karangan deskripsi. Sebab, teknik kunjungan lapangan akan membawa siswa terjun langsung ke lapangan untuk melihat objek yang ada di lingkungan di mana ia berada. Berbeda dengan teknik konvensional yang menitikberatkan pada pendengaran dan perhatian yang disampaikan oleh guru

.Menurut Sudjana ( 2001: 147) bahwa teknik kunjungan lapangan dilakukan sebagai studi yang ditencanakan terlebih dahulu oleh pendidik. Dapat disimpulkan bahwa teknik kunjungan lapangan adalah salah satu teknik atau perencanaan yang digunakan sebagai pedoman pembelajaran yang mengaktifkan dan mendorong siswa untuk membangun pengetahuan dan kemampuan melalui pengalamannya secara langsung dengan memberi siswa seperangkat / serangkaian situasi belajardalam bentuk keterlibatan pengalaman sesungguhnya yang dirancang oleh guru dan siswa. (by1/aro)

Guru SD Negeri Srondol Wetan 05, Banyumanik, Semarang





Tinggalkan Balasan