Belajar Menulis Tegak Bersambung Dibantu Guide

1063
Oleh : Feronika Kurnia Septiarini, S.Pd
Oleh : Feronika Kurnia Septiarini, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Huruf tegak bersambung, how are you? Pertanyaan tersebut mungkin sering muncul di benak kita sekarang ini. Bagaimana tidak? Di era modern yang serbacanggih ini, kita sudah jarang sekali menemukan tulisan menggunakan huruf tegak bersambung. “Susah, rumit, malas” kata-kata yang sering muncul saat peserta didik SDN Sambong 02 Batang diberi tugas menulis menggunakan huruf tegak bersambung.

Definisi tulisan tegak bersambung disebutkan di dalam buku yang diterbitkan oleh New Zealand Ministry of Education (NZME) (2008: 6) yang berbunyi, “Cursive is a term that usually refers to handwriting in which the letters within words are connected by ligatures or joining strokes to increase the speed of writing.” Artinya, tulisan tegak bersambung adalah sebuah istilah untuk menyebut tulisan tangan dimana huruf disambungkan dengan garis atau penggabungan garis yang berguna untuk meningkatkan kecepatan dalam menulis.

Sependapat dengan hal tersebut, Roberts (2010: 745) mengatakan, “Cursive script, in which the letters within words are connected by joined strokes….” Artinya, tulisan tegak bersambung, dimana huruf dalam kata bertautan dengan garis. Sebagian besar siswa kelas II SDN Sambong 02 Batang kesulitan dalam menulis huruf tegak bersambung sesuai dengan bentuk dan ukuran proporsionalnya. Permasalahan yang terkait dengan kesulitan siswa dalam menulis tegak bersambung tersebut wajar terjadi karena memang karakteristik huruf tegak bersambung cenderung lebih rumit untuk anak dibandingkan dengan karakteristik huruf lepas. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sebuah metode pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung.
Dari beberapa metode yang ada, metode yang memiliki karakteristik tersebut adalah metode guided writing. Metode guided writing memiliki ciri khas berupa pemberian bimbingan. Selain itu, metode guided writing sesuai dengan karakteristik siswa kelas II SDN Sambong 02 Batang.

Tyner (Lan, 2011: 149) mendefinisikan metode guided writing dengan mengatakan “Guided writing is an instructional writing context chiefly teaching the writing process through modeling, support, and practice.” Artinya, guided writing adalah pengajaran menulis langsung yang dirancang untuk pembelajaran menulis melalui pemodelan, dukungan dan praktik. Menguatkan pendapat tersebut, Fountas & Pinnel (Gibson, 2008: 324) mengatakan, “Guided writing is defined here as a smallgroup instructional framework presented to students who share similar needs at a particular point in time.”

Metode guided writing memiliki beberapa kelebihan. Merupakan cara paling efektif dan efisien untuk mengajarkan konsep dan keterampilan kepada siswa. Kedua, guru dapat bekerja lebih dekat dengan siswa. Siswa mendapatkan bimbingan dari guru dalam mempelajari memberikan bimbingan.

Langkah-langkah metode guided writing yang digunakan adalah sebagai berikut. Tahap orientasi. Tahap ini dilakukan dengan memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Tahap demonstrasi. Tahap ini dilakukan dengan memberikan demonstrasi tentang suatu keterampilan. Guru memberikan demonstrasi dari suatu keterampilan sedangkan pada saat yang sama siswa mengamati apa yang dilakukan guru dengan seksama.

Tahap latihan terbimbing. Tahap ini dilakukan dengan memberikan bimbingan kepada siswa pada saat mereka berlatih suatu keterampilan. Tahap latihan mandiri. Tahap ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih suatu keterampilan secara mandiri.

Penerapan guided writing pada pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung siswa kelas II SDN Sambong 02 Batang diperoleh peningkatkan proses dan hasil pembelajaran keterampilan menulis tegak bersambung. (ttg4/lis)

Guru SDN Sambong 02, Kabupaten Batang





Tinggalkan Balasan