Belajar Perkembangbiakan Hewan dengan Bermain Puzzel

271
Oleh : Syarifah S.Pd
Oleh : Syarifah S.Pd

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN dengan tema Pertumbuhan dan Perkembangan Mahluk Hidup, Subtema 3 materi perkembangbiakan hewan perlu disajikan secara menarik, agar siswa bisa tetap aktif. Sebab, selama ini menggunakan metode ceramah, justru membosankan dan banyak siswa yang kurang bersemangat dan mengantuk.

Karena itulah, pembelajaran penulis kemas dengan model kelompok. Kelas IIIB SD Negeri 2 Pegulon berisi 24 siswa dibagi menjadi 4 kolompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 6 siswa. Pembelajaran disajikan dengan diskusi, tanya jawab, kerja kelompok, dan bermain puzzel.

Pada awal pembelajaran peserta didik penulis ajak bernyanyi dengan syair tentang hewan dan cara berkembangbiakannya. Hasilnya, peserta didik lebih bersemangat untuk berlatih menyanyi, karena syairnya baru dan mungkin baru pertama mendengarnya.

Selanjutkan penulis menayangkan gambar beraneka macam hewan untuk diamati. Banyak peserta didik yang secara spontan menyebutkan nama hewan hewan tersebut. Penulis merespon tanggapan siswa atas gambar yang ditayangkan dengan memberikan sedikit penjelasan mengenai ciri–ciri hewan yang berkembangbiak dengan bertelur dan yang berkembang biak dengan melahirkan. Kemudian setiap kelompok diberi satu paket gambar hewan kecil- kecil, untuk digunting dan dipasang pada Lembar Kerja Peserta Didik yang dibagikan. Yaitu tentang klasifikasi perkembangbiakan hewan. Siswa sangat antusias untuk mengerjakannya secara berkelompok.

Setelah selesai sesuai waktu yang ditentukan, setiap kelompok yang diwakili oleh seorang siswa maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Siswa dari kelompok lain memperhatikan dan bisa menaggapi. Begitu seterusnya, sampai seluruh kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Guru juga memberikan komentar secara keseluruhan dari hasil presentasi siswa, kemudian siswa bersama guru memberikan simpulan tentang materi perkembangbiakan hewan. Selanjutnya hasil kerja masing-masing kelompok dipasang di tempat yang sudah disediakan.
Sesi terakhir justri lebih menarik, karena penulis membagikan puzzel hasil karya sendiri. Puzzel adalah kata dalam bahasa Inggris yang jika diartikan menurut KBBI adalah teka teki yang membingungkan. Yaitu dengan gambar hewan berukuran kertas folio, kemudian penulis potong menjadi 10 sampai 12 bagian, yang mana masing-masing potongan gambar di bagian belakangnya diberi double tape untuk memudahkan memasangnya. Penulis buatkan kotak kardus sesuai ukuran gambar, sebagai tempat menyusun puzzel.

Setiap kelompok mendapat puzzel dengan gambar yang berbeda, sehingga harus disusun dengan benar. Peserta didik secara berkelompok asyik mengerjakan tugas menyusun puzzel. Mereka saling bahu membahu. Setelah beberapa saat menyelesaikan tugasnya, kemudian ditampilkan di depan kelas dengan menyebutkan nama hewan pada puzzelnya serta menyebutkan cara berkembangbiaknya. Begitu seterusnya, sampai seluruh kelompok berkesempatan menampilkan hasil kerjanya di depan kelas. Untuk kelompok yang selesai dalam waktu paling cepat dan hasil tempelan yang benar dan rapi, mendapatkan bintang dari guru.

Sesi yang terakhir yaitu memajang hasil karya puzzel di tempat yang sudah disediakan dan dilanjutkan dengan kunjungan karya. Seluruh siswa diperkenankan berkunjung ke kelompok lain untuk melihat karya kelompok lain dan diperbolehkan memberikan bintang untuk karya yang bagus.

Alhamdulillah, metode ini membuahkan hasil. Peserta didik menjadi lebih aktif dan berperan di dalam pembelajaran, suasana kelas menjadi hidup, peserta didik menjadi berani mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas. Tentu saja dapat mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pembelajaran menjadi asyik, menarik dan menyenangkan bagi siswa. (ipa2/ida)

Guru Kelas III SD Negeri 2 Pegulon Kabupaten Kendal





Tinggalkan Balasan