Menanamkan Karakter dengan Model Quantum Teaching

191
Oleh : Muhamad Rowaji, S.Pd
Oleh : Muhamad Rowaji, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar.

Pembelajaran di sekolah mencakup tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil pembelajaran tidak hanya nilai akademis saja yang bermanfaat bagi siswa. Seperti nilai A dalam suatu pelajaran tertentu bukanlah nilai terpenting, menikmati belajar dan meningkatkan motivasi diri merupakan hal yang sama pentingnya.

Daniel Goleman (2004) menyebutkan bahwa itelegensi (IQ) bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan pada individu. Kecerdasan lain yang juga berperan adalah kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan sosial (SQ) dan juga kemampuan non intelektual lainnya.

Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses tersebut menjadi lebih menyenangkan. Cara ini memberikan sebuah gaya mengajar yang memberdayakan siswa untuk berprestasi lebih dari yang dianggap mungkin. Juga membantu guru memperluas keterampilan siswa dan motivasi siswa, sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya.

Bagaimana kaidah utama quantum teaching yang harus diupayakan oleh guru? Pertama, bawalah dunia siswa ke dunia kita, dan antarkan dunia kita kedunia mereka. Kaidah ini memberikan petunjuk kepada kita, bahwa guru harus bisa diterima dengan baik oleh siswa. Kaidah ini penulis praktikan dengan cara membuat kontrak belajar sederhana dengan siswa di awal pertemuan, yang meliputi harapan siswa terhadap materi, terhadap guru, apa yang boleh dilakukan dan tidak, serta komitmen siswa dalam proses pembelajaran. Dengan kontrak belajar ini, guru membangun jembatan ketulusan dengan siswa, siswa menjadi saling terbuka, dan nyaman dalam belajar. Contoh yang diberikan oleh Porter adalah konsep “AmBaK” atau Apa Manfaatnya BAgiKu (Irianto,2002 :74).

Kedua, pembelajaran model quantum teaching merupakan perpaduan dari berbagai pendekatan teori pendidikan, seperti accelerated learning, multiple intellegenci, neuro linguistic programing experiental learning. Dengan perpaduan tersebut aktifitas belajar menjadi aktifitas yang menyenangkan, segar, atraktif dan mengasikka. Ketiga, mengukur pertumbuhan pembelajaran ditengah pengalaman belajar itu sendiri, artinya mengevaluasi belajar siswa bukan terletak pada hasil akhirnya, tetapi pada keseluruhan proses, dari awal hingga akhir. Keempat, metode penilaian kemajuan siswa lebih menekankan pada penilaian ipsatif, seorang siswa tidak dibandingkan dengan siswa lain, tetapi dengan dirinya sendiri dimasa lalu. Kelima, pembelajaran diarahkan untuk menghargai semua siswa sebagai manusia yang unik, yang berbeda ragam minat, aspirasi, kapasitas, rintangan, emosional dan latar belakangnya. Oleh karena itu yang sebaiknya dilakukan sebagai guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang memberi kesempatan untuk mengambil pilihan yang berarti tentang apa yang dia pelajari selama pengalamannya bersekolah. (pkn2/ton)

Guru PPKN SMK N 1 Blado Kab. Batang





Tinggalkan Balasan