Memanfaatkan Media Youtube untuk Menulis Cerpen

453
Oleh: Esti Ambirati, S.S., M.Si
Oleh: Esti Ambirati, S.S., M.Si

RADARSEMARANG.ID, MENULIS merupakan kegiatan yang dianggap paling sulit dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya untuk jenjang SMA. Padahal menulis merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa, mulai kelas X sampai dengan kelas XII. Sesuai dengan Permendikbud 59 tahun 2014 yang menguraikan bahwa salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah menulis. Siswa lebih mudah diminta untuk membaca atau menyimak dibandingkan memproduksi/ menulis teks.

Di dalam pelajaran Bahasa Indonesia SMA, khususnya di SMAN 1 Demak, ada beberapa jenis pelajaran menulis, diantaranya adalah menulis puisi dan cerpen. Misalnya materi di kelas XI yang tercantum dalam K.D 4.1: Mengontruksi sebuah cerita pendek dengan memerhatikan unsur- unsur pembangun cerpen. Pada kompetensi ini siswa diharapkan bisa memproduksi cerpen dengan menggunakan bahasa sendiri. Pengertian cerpen atau cerita pendek adalah karangan yang bersifat imajinatif, yang bisa ditulis berdasarkan pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain.

Meskipun menulis cerita berdasarkan pengalaman pribadi namun tidak semua siswa bisa menulis cerpen dengan lancar. Sebab, tak jarang ketika anak mulai menulis cerpen mereka masih kesulitan untuk mengembangkan imajinasinya. Rata- rata mereka hanya mampu menulis satu sampai tiga paragraf saja, dan selanjutnya akan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan paragraf berikutnya.

Hal ini disebabkan karena terbatasnya kemampuan berimajinasi pada siswa atau bisa juga karena siswa tersebut kurang percaya diri dalam menuangkan ide-idenya. Belum lagi teori-teori tentang menulis cerpen yang tidak dipahami sepenuhnya oleh siswa. Faktor-faktor inilah yang menghambat siswa untuk bisa menyelesaikan tulisannya.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, maka perlu dicarikan metode alternatif agar siswa bisa mengembangkan imajinasinya dalam menulis cerpen. Salah satunya dengan memberi kesempatan siswa untuk membuka youtube, karena jaman sekarang sudah bukan hal asing lagi untuk melakukan pembelajaran dengan memanfaatkan internet.

Siswa bisa mencari youtube tentang kisah inspirasi kehidupan. Ada banyak kisah- kisah inspiratif yang bisa kita temukan, di mana siswa bisa browsing menggunakan laptop maupun HP Android. Video tentang kisah inspiratif kehidupan tersebut berisi tentang kisah-kisah nyata yang ada di sekitar kita. Misalnya kisah inspiratif tentang seorang anak yang seorang diri mengurus ibunya yang lumpuh, sementara bapaknya pergi meninggalkan mereka. Anak ini harus memandikan dan menyuapi ibunya sebelum berangkat ke sekolah. Namun dia tetap semangat untuk berangkat sekolah dengan prestasi yang lumayan bagus.

Atau kisah tentang seorang anak yang harus berjualan tisu sepulang dari sekolah, karena orang tuanya tidak bisa memberinya uang saku. Penghasilan kedua orangtuanya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sehingga untuk memenuhi keperluan sekolahnya anak tersebut berinisiatif untuk berjualan tisu di pinggir jalan tol. Dengan melihat video kisah-kisah tersebut maka emosi siswa menjadi terpancing. Siswa menjadi terinspirasi untuk menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk cerita yang akan ditulisnya. Sehingga secara tidak disadari ternyata siswa dapat menyelesaikan sebuah cerpen, meskipun cerita yang mereka tulis berbeda dengan cerita yang mereka tonton di youtube. Akhirnya para siswa bisa menuangkan ide-idenya untuk menceritakan pengalaman pribadinya menjadi sebuah cerpen. Hal ini disebabkan karena emosi mereka terpancing oleh kisah inspiratif yang ditontonnya, dan menjadi lebih percaya diri dalam menuangkan ide-idenya. (kb1/zal)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Demak





Tinggalkan Balasan