alexametrics


Belajar Reproduksi Tumbuhan dengan Metode JAS Project

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, REPRODUKSI tumbuhan adalah materi yang cukup luas dengan hafalan yang banyak, sehingga peserta didik sering jemu dan bosan apabila pembelajaran dilakukan dengan ceramah di dalam kelas. Alternatif metode untuk membuat siswa senang dan belajar dengan ceria adalah Metode JAS Project. Metode JAS Project adalah singkatan dari jelajah alam sekitar dilanjutkan melakukan project. Pembelajaran JAS Project mampu membentuk peserta didik mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi. Penekanan kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan sekitar kehidupan peserta didik dan dapat membuka wawasan berfikir yang beragam serta mengkaitkannya dengan masalah-masalah kehidupan nyata.

Pembelajaran IPA materi reproduksi tumbuhan di kelas IX SMP dengan Metode JAS Project merupakan metode pengajaran yang mengikutsertakan peserta didik untuk belajar di alam sekitar yaitu di sekitar lingkungan sekolah. Metode JAS Project mampu mendorong peserta didik mengkonstruksikan fakta-fakta pengetahuan yang diperoleh berdasarkan konsep reproduksi tumbuhan melalui observasi, eksplorasi, investigasi, sampai dengan menyusun proyek dan mempresentasikannya.

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam pembelajaran Reproduksi Tumbuhan dengan metode JAS Project. Langkah pertama adalah eksplorasi dengan JAS, peserta didik melakukan eksplorasi terhadap lingkungan sekitar sekolah dengan jelajah alam sekitar yaitu melakukan pengamatan secara langsung di kebun dan taman sekolah tentang cara reproduksi berbagai tumbuhan. Proses kegiatan ilmiah dimulai ketika seseorang melakukan pengamatan, dari sini akan menimbulkan pertanyaan atau permasalahan.

Langkah yang kedua adalah merancang project berupa praktik berbagai cara reproduksi tumbuhan. Peserta didik kelas 9D membentuk enam kelompok project, langkah yang dilakukan adalah menentukan project reproduksi tumbuhan. Dengan kesepakatan semua kelompok, diputuskan project reproduksi tumbuhan yaitu reproduksi secara vegetatif. Keenam kelompok dengan nama project rhizoma, stolon, kuncup adventif, mencangkok, menyambung dan stek. Selanjutnya peserta didik dalam kelompok merancang penyelesaian project yang akan dibuat. Guru memberikan pengarahan rancangan yaitu nama project, alat bahan yang digunakan, cara kerja project, dan design project yang akan dilaksanakan.
Hasil rancangan project IPA materi Reproduksi Tumbuhan Vegetatif di kelas IX D SMP Negeri 3 Batang adalah Variasi Rhizoma Bermanfaat, Kreasi Stolon Rumput Indah, Kuncup Adventif Variatif Cocor Bebek, Strategi Cepat Mencangkok, Kreasi Menyambung Tanaman Hias, Variasi Stek Tanaman Hias.

Langkah ketiga adalah menyusun jadwal pelaksanaan project reproduksi tumbuhan. Langkah keempat adalah penyelesaian project dengan fasilitasi dan monitoring guru. Peserta didik menyelesaikan project reproduksi tumbuhan sesuai dengan jadwal yang telah disusun dan guru menfasilitasi serta memonitor kegiatan project peserta didik. Dalam penyelesaian project reproduksi tumbuhan, peserta didik sangat ceria, tekun, aktif dan penuh motivasi.
Langkah kelima adalah penyusunan laporan dan presentasi, peserta didik menyusun laporan project dengan pengarahan guru. Dalam presentasi hasil project, peserta didik di kelas IX D SMP Negeri 3 Batang mengeksplorasi project reproduksi tumbuhan dengan membuat “Vegetatif Agriculture Show Contest” di dalam kelas, setiap kelompok mempresentasikan hasil project mereka dengan sangat kreatif di stand-stand agriculture mereka seperti seorang ahli pertanian muda yang masih merintis usaha pertanian kreatif.

Langkah keenam adalah evaluasi proses dan hasil project. Guru mengevaluasi proses pelaksanaan dan hasil project reproduksi tumbuhan yang telah dilaksanakan, peserta didik menyampaikan rencana super untuk pengembangan rancangan agriculture yang akan dibuat di masa depan mereka sebagai seorang ahli pertanian muda yang sukses.

Kelebihan pembelajaran metode JAS project adalah pertama mengoptimalkan kemampuan eksplorasi jelajah alam sekitar sehingga mampu mengkonstruksi pola pikir peserta didik dalam tingkatan level lebih tinggi. Kedua meningkatkan motivasi dan aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan project. Ketiga meningkatkan kemampuan berfikir kritis dalam mencari jawaban untuk memecahkan masalah. Keempat meningkatkan kecakapan kolaboratif. Kelima meningkatkan keterampilan mengorganisasi project untuk menyelesaikan produk agriculture. Namun kelebihan dan kekurangan pembelajaran JAS Project ini telah terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik SMP Negeri 3 Batang dan mencetak ahli pertanian muda yang kreatif dan inovatif dalam pengembangan agriculture reproduksi tumbuhan vegetatif. (mat1/zal)

Guru IPA SMPN 3 Batang

Terbaru

Populer

Lainnya