Belajar Pidato Persuasif dengan Menyimak Amanat Pembina Upacara

926
Oleh : Yenistyo Pujiani, S.Pd
Oleh : Yenistyo Pujiani, S.Pd

RADARSEMARANG.ID, Berbicara di depan khalayak adalah sebuah keahlian, perlu keberanian dan pengetahuan yang memadai. Bagi sebagian orang, kesempatan berbicara di depan khalayak terasa menakutkan. Ini masalah mental yang harus diatasi.

Sebagai pembelajaran siswa, hal tersebut dapat dipelajari ketika setiap hari Senin mengikuti upacara bendera seperti yang dilaksanakan secara rutin di SMP Negeri 1 Ampelgading Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Menyimak amanat pembina upacara merupakan salah satu cara siswa belajar memahami pidato persuasif dalam materi SMP kelas IX semester satu.

Meski setiap hari kita berbicara, tapi rasanya sulit jika berbicara resmi di hadapan khalayak. Belajar berpidato dapat dilakukan dengan menyimak amanat pembina upacara sehingga siswa belajar memahami cara berbicara lancar di depan khalayak. Begitu juga siswa dapat memahami tujuan berpidato salah satunya memengaruhi atau mengajak kepada khalayak agar menjadi yakin dan mau mengambil tindakan bahkan melakukan sesuai dengan isi pidato tersebut (tujuan pidato persuasif).

Dalam hal ini kematangan persiapan berpidato sangat menentukan. Persiapan yang kurang matang atau setengah-setengah tidak hanya menjadikan ragu-ragu orator tetapi pendengar juga akan menjadi ragu atas informasi yang disampaikan orator. Siswa akan memahami hal tersebut saat menyimak amanat pembina upacara apakah mereka faham dengan informasi yang mereka dengar. Mereka juga dapat mengamati intonasi, mimik wajah serta kebahasaan yang diucapkan oleh orator yang kadang memerlukan perbaikan. Siswa secara cermat menyimak pidato tersebut agar dapat merevisi bagian-bagian yang harus diperbaiki. Salah satu contoh ketika pembina upacara mengucapkan “terima kasih yang sebanyak-banyaknya”, maka siswa akan tahu bahwa kalimat tersebut tidak efektif.

Di kelas, guru akan menanyakan kembali hasil siswa menyimak amanat pembina upacara. Siswa yang cermat dalam menyimak pidato akan memberikan informasi yang detail. Hasil memperbaiki kesalahan dalam pidato juga dapat dijadikan bahan perbaikan atau bekal mereka membuat naskah pidato sendiri dan akan lebih berhati-hati menerapkan unsur kebahasaan teks pidato persuasif. Ditambah lagi, pidato persuasif harus memasukan ajakan. Jadi, siswa dalam mengolah kalimat harus cermat agar peserta upacara dapat memahami informasi tersebut dengan mudah.

Naskah pidato yang dibuat siswa menjadi patokan ketika mereka praktik berpidato di kelas di hadapan teman-teman. Kepercayaan diri hal yang sangat penting mereka miliki. Rasa tidak percaya diri biasanya muncul karena grogi yang berlebihan sehingga menyebabkan seseorang lupa akan kemampuan yang dimilikinya. Guru membekali siswa siap berpidato secara keseluruhan akan menjadikan kesempurnaan dalam mempelajari materi pidato. (mat2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Ampelgading Kabupaten Pemalang





Tinggalkan Balasan