Belajar Ikatan Kimia Lebih Asyik dengan Role Playing

183
Oleh : Laswadi Arif Tayuda S.Pd
Oleh : Laswadi Arif Tayuda S.Pd

RADARSEMARANG.ID, SELAMA ini, sebagian besar guru mengajar hanya memperhatikan materi ajar. Sedangkan strategi pembelajaran sering diabaikan (Tracey Yani Harjatanaya, 2012). Sehingga pembelajaran hanya bersifat teacher center.
Kajian ilmu Kimia sebagian besar bersifat abstrak, sehingga menyebabkan banyak siswa kesulitan memahaminya. Contohnya, materi ikatan kimia. Untuk memahami konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak membutuhkan metode atau pendekatan pembelajaran yang kooperatif. Salah satunya metode role playing seperti yang diterapkan di materi ikatan kimia kelas X SMA Negeri 3 Pemalang.

Metode role playing menurut Miftahul A’la (2011) adalah cara penguasaan bahan–bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dimiliki oleh setiap siswa.
Pengertiannya berarti siswa diajak meresapi materi secara lebih mendalam dengan membayangkan serta memerankan secara nyata kondisi atau suasana yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Tujuannya, agar siswa lebih mudah memahami konsep- konsep yang dipelajari dan hasil belajar siswa meningkat.

Tahap pembelajaran menggunakan metode role playing sebagai berikut, guru menyampaikan informasi tentang materi ikatan kimia. Penyampaian materi ajar bertujuan untuk memberikan pengetahuan awal kepada siswa agar lebih mudah melakukan pemeranan. Guru memulai pembelajaran role playing dengan pertama-tama membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan duduk berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Guru membagikan skenario yang telah dibuat, kemudian masing-masing kelompok mendapat satu skenario untuk diperankan. Guru menjelaskan mengenai metode role playing yang akan dilakukan.

Setelah siswa paham dengan tugasnya masing-masing, guru memberikan kesempatan kepada tiap kelompok mempelajari skenario yang akan diperankan sambil menentukan urutan kelompok yang tampil. Kemudian meminta kepada siswa yang tidak tampil untuk menjadi pengamat saat pemeranan berlangsung. Setelah peran dari kelompok pemeran selesai, dilakukan tanya jawab.

Pemeranan dimulai dari kelompok ikatan ion. Guru membantu kelompok yang tampil dengan menjadi moderator skenario yang diperankan. Pada kelompok ikatan ion skenario yang diperankan adalah pembentukan NaCl. Pemeranan dilakukan dua orang siswa sebagai atom Na dan Cl dan siswa dari siswa yang lain sebagai elektron valensi dari maing-masing atom. Siswa yang berperan sebagai elektron valensi diposisikan mengelilingi siswa yang berperan sebagai atom. Guru memberikan ilustrasi untuk stabil atom Na melepaskan satu elektron sedangkan atom Cl untuk stabil membutuhkan satu. Atom Na akan melapas 1 elektron terluarnya dan Cl akan mengikat 1 elektron yang dilepas Na, sehingga terjadilah serah terima elektron antara Na dan Cl. Siswa yang berperan sebagai elektron valensi Na berpindah ke Cl. Pada saat terjadi perpindahan siswa yang berperan sebagai atom Na berteriak “positif (+)” dan siswa yang berperan sebagai atom Cl berteriak “Negatif (-)”. Guru memberikan ilustrasi kembali “atom Na bermuatan positif dan atom Cl bermuatan negatif, maka atom Na+ dan Cl- dapat bergabung membentuk ikatan ion dengan senyawa NaCl”. Siswa yang berperan sebagai atom saling merangkul yang menandakan terjadinya ikatan antara Na dan Cl.

Pemeranan selesai ketika skenario pembentukan NaCl terjadi, dilanjutkan mempersilahkan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang tampil. Setelah tanya jawab selesai dilanjutkan pemeranan oleh kelompok berikutnya sampai semua kelompok selesai.

Dengan metode kooperatif role playing, materi ikatan kimia yang bersifat abstrak lebih mudah dipahami siswa. Selain itu, kegiatan pembelajaran menjadi lebih semangat dan menumbuhkan kerjasama antarsesama siswa, serta memberikan suatu pembelajaran yang menarik bagi siswa. Maka siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. (pm1/ida)
Guru Kimia SMA Negeri 3 Pemalang

Tinggalkan Balasan