Asyiknya Belajar Matematika Sambil Bernyanyi

418
Oleh : M Ali Tifrozi S.Pd.SD
Oleh : M Ali Tifrozi S.Pd.SD

RADARSEMARANG.ID, MENUMBUHKAN sikap aktif dalam belajar pada diri siswa tidaklah mudah. Guru harus selalu kreatif dalam menciptakan berbagai jenis metode pembelajaran. Guru diharapkan dapat selalu mengatasi permasalahan yang dihadapi siswanya dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru harus menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan serta membuat siswa lebih berminat dan termotivasi untuk belajar sehingga aktivitas siswa dalam belajar meningkat. Guru dalam proses pembelajaran juga harus bersifat sebagai fasilitator yang dapat memberikan dukungan terhadap terciptanya proses pembelajaran kondusif, agar siswa mampu belajar secara aktif menuju belajar yang mandiri.

Permasalahan umum yang sering terjadi di sekolah adalah rendahnya hasil belajar matematika. Terbukti bila diadakan ulangan harian per pokok bahasan selalu hasil belajar matematika di bawah rata-rata pelajaran yang lainnya. Siswa sering kesulitan memahami pelajaran matematika. Kegagalan siswa dalam memahami materi, bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari siswa, guru maupun materi pembelajarannya. Salah satu yang cukup berperan adalah materi pelajaran, karena selain berkaitan dengan kesesuaian dan kesiapan siswa, materi pelajaran matematika juga harus memperhatikan materi-materi sebelumnya sebagai prasyarat untuk melanjutkan ke materi berikutnya.

Belajar menggunakan metode bernyanyi tentu tidak asing bagi banyak orang. Biasanya di Taman Kanak-Kanak (TK) atau play group sering digunakan. Dengan metode bernyanyi, belajar menjadi lebih riang. Kegiatan benyanyi sangat disukai banyak orang, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Kegiatan bernyanyi dalam pembelajaran banyak terdapat pada mata pelajaran seni budaya. Sepertinya anak lebih senang dan bersemangat kalau diajak belajar bernyanyi baik lagu daerah, lagu nasional, maupun lagu anak-anak.

Matematika menjadi mata pelajaran yang kurang disukai anak apalagi pada konsepnya yang kurang dikuasai anak sehingga menjadi catatan khusus bagi pendidik. Sering sekali ketika pembelajaran matematika akan dimulai, anak mulai terlihat gelisah dan raut muka terlihat kurang siap untuk menerima mata pelajaran matematika.
Dalam pelajaran matematika, sebaiknya pembelajaran diciptakan agar siswa mudah memahami konsep yang dipelajari sehingga siswa lebih berminat untuk mempelajarinya. Di sinilah guru harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan serta tidak membuat siswa rumit dalam penerapannya. Pembelajaran yang menarik membuat siswa senang dalam belajar yang akan berdampak pada hasil belajar. Dalam pembelajaran siswa harus berperan aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Guru memerlukan media untuk membantu dalam proses pembelajaran.

Tujuan menggunakan metode pembelajaran bernyanyi agar siswa tidak bosan dalam pelajaran yang diberikan oleh guru dan lebih mengingat dengan apa yang diajarkan guru di sekolah.
Belajar matematika dengan metode bernyanyi pada pengenalan rumus bangun datar, guru harus menciptakan lagu yang mudah dikaitkan dengan rumus bangun datar. Contoh Mencari luas bangun datar

(Nada : lagu Bintang Kecil). “Aku tahu luas bangun datar. Persegi panjang panjang kali lebar. Perseginya sisi kali sisi. Segitiga setengah alas kali tinggi. Phi r kwadrat luasnya lingkaran. A kali t luas jajar genjang. Belah ketupat sama layang-layang. D kali D perdua rumusnya.”

Menyanyi merupakan hal yang asyik bagi anak-anak. Tanpa disuruh, anak dengan sendirinya akan bernyanyi sesuai yang sudah diajarkan. Pembelajaran yang menyenangkan membuat anak terbawa oleh susana yang sudah dialaminya. Setelah anak dikenalkan konsep matematika dengan metode bernyanyi, pastilah sambil bermain bernyanyi. Dengan sendirinya akan mengingat konsep matematika yang sudah diajarkan. Dengan mengemas rumus-rumus matematika dalam bentuk lagu, siswa mudah menerima materi dan tidak merasa bosan lagi dengan bidang matematika. (pm1/ida)

Guru SDN 03 Pedurungan Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang

Tinggalkan Balasan