Guru BK yang Didamba Siswa

213
Oleh : Yuli Arum Ningsih, S.Pd., M.Pd
Oleh : Yuli Arum Ningsih, S.Pd., M.Pd

RADARSEMARANG.ID, Guru BK adalah guru yang berbeda dengan guru mata pelajaran yang ada di sekolah. Diterima maupun tidak pernyataan tersebut memang benar bila ditinjau dari segi lapangan. Era pendidikan guru mapel dituntut untuk menyelesaikan materi yang harus dipenuhi dalam pembelajaran, banyak kasus yang apabila ada permasalahan langsung diserahkan guru BK tanpa ada penanganan terlebih dahulu dari penerima masalah.

Jadi seolah- olah guru BK adalah tempat untuk menghakimi siswa. Itu hanya salah satu contoh permasalahan yang membuat nama guru BK berubah. Di pola pikir siswa, guru BK adalah tempat untuk menangani permasalahan negatif.

Sebenarnya bukan salah siapa-siapa atas predikat baru guru BK ini. Justru merupakan tantangan guru BK untuk mengubah pola pikir siswa agar dapat berbalik. Yakni guru BK adalah guru yang bertugas membantu siswa berkembang sesuai tugas perkembangannya. Sehingga dapat mengantarkan siswa mencapai tujuan. Inilah yang menjadi tujuan dari guru BK.

Bagaimana agar pola pikir para siswa berubah balik? Guru BK harus instropeksi bagaimana dengan kinerja dalam melayani siswa. Apakah semua siswa sudah terlayani?

Sebenarnya tugas BK dalam keseharian tidak akan selesai. Mulai dari memperhatikan kehadiran siswa sampai proses belajar. Guru BK dalam hal ini bisa bekerja sama dengan guru mapel untuk melayani bimbingan belajar, dengan cara meminta data siswa yang perlu dibimbing.

Setelah mendapat data, dapat diadakan bimbingan belajar kepada siswa mengenai perkembangan belajarnya. Dengan demikian akan terlihat bahwa guru BK melaksanakan tugas dalam pembimbingan belajar. Siswa merasa juga diperhatikan perkembangan prestasinya.

Terkadang banyak masalah dari siswa yang langsung diserahkan kepada guru BK. Tanpa mengetahui penyebab siswa melakukan hal yang membuatnya bermasalah. Lagi-lagi guru BK harus mengungkapkan permasalahan siswa tersebut sehingga dapat terselesaikan dan teratasi serta tidak akan terulang lagi. Dari hal tersebut guru BK harus pintar dalam menyiasati agar siswa tidak berpikir bahwa BK adalah tempat menangani siswa yang bermasalah. Diperlukan strategi penanganan yang menyenangkan sehingga siswa dapat mengungkapkan penyebab mengapa sampai hal tersebut terjadi.

Jangan sampai siswa selalu berpikir BK adalah tempat untuk siswa yang mempunyai masalah, tetapi bisa ditambahkan memang BK tempat untuk siswa yang bermasalah. Contoh tentang masalah karir masalah belajar dan juga masalah pribadi.

Dengan demikian siswa akan senang bila berurusan dengan BK. Pola pikir siswa tentang guru BK akan berubah, selain menangani masalah yang berhubungan dengan hal pelanggaran juga membantu menuju tugas perkembangan sesuai kebutuhan.

Intinya sebagai guru BK dalam menangani siswa harus berpihak pada siswa. Bukan berarti membela atau menyalahkan siswa tetapi mengarahkan dan dapat menggali apa sebenarnya yang terkait mengenai siswa tersebut. Sehingga bila penanganan tepat maka siswa akan memperoleh perkembangan yang sesuai. Dengan perkembangan yang sesuai, paling tidak siswa tidak akan berhubungan dengan masalah.

Maka, siswa akan percaya dengan guru BK. Bila siswa mempunyai sesuatu masalah siswa akan menemui BK guna sebagai tempat untuk bercerita. Siswa pun akan mempunyai rasa percaya karena guru BK melayani dengan menggunakan kode etik BK.

Bila guru BK juga sudah  melakukan tugas sesuai pekerjaannya, pola pikir siswa akan berubah. Siswa mengerti akan guru BK yang sebenarnya. Semoga guru BK selalu berpihak kepada siswa dan bekerja sama dengan pihak sekolah sehingga dapat mengantarkan siswa memperoleh apa yang menjadi tujuan pendidikan. (srd1/lis)

Guru Bimbingan Konseling  SMA Negeri 3 Demak

Tinggalkan Balasan