Tuntaskan Soal Cerita Matematika dengan Kartu Soal

202
Oleh : Darwati, S.Pd
Oleh : Darwati, S.Pd

RADARSEMARANG.ID,  Pembelajaran matematika adalah membentuk logika berpikir bukan sekedar pandai berhitung. Pada pembelajaran matematika, utamanya penyelesaian soal cerita Matematika pada Semester 1 tahun 2019/2020 KD4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif dalam kehidupan sehari-hari bagi siswa kelasVI SDN 1 Sijeruk Kendal banyak mengalami hambatan.

Sebagaimana kita ketahui perkembangan kognitif menurut Piaget (dalam Ruseffendi, 1991 :134) pada usia peserta didik Sekolah Dasar yang berkisar 6 atau 7 tahun sampai dengan 12 tahun berada pada tahap operasional konkret. Perilaku kognitif pada tahap ini adalah kemampuan dalam proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika walau masih terikat dengan objek yang bersifat konkret. Padahal matematika merupakan ilmu deduktif dan abstrak sehingga terdapat kesenjangan dalam pembelajaran.

Sementara pembelajaran yang dilakukan guru selama ini secara konvensional dominan menggunakan metode ceramah. Guru memberi contoh menyelesaikan 1 atau 2 soal cerita sebagai model menyelesaikan soal cerita matematika untuk contoh dan ditiru siswa. Tapi berdampak sesaat saja, yakni setelah beberapa saat kemudian siswa mudah lupa dengan prosedur pengerjaannya. Hal ini tampak pada hasil penilaian formatif yang menunjukkan bahwa nilai sebagian besar siswa di bawah KKM dengan rerata 59.

Melihat kondisi yang demikian perbaikan proses pembelajaran digunakan metode lain, yaitu metode kerja kelompok dengan bermain kartu soal. Ini merupakan metode pembelajaran dengan permainan kartu yang berisi pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang disusun oleh siswa sendiri atau kelompok maupun soal soal dari guru. Peran guru hanya sebagai fasilitator.

Dengan penggunaan metode kerja kelompok berbantuan kartu soal dapat mengurangi kesenjangan dalam pembelajaran dan mengurangi kepenatan siswa. Menurut Dave Meier ( 2005 : 206 ), di tengah permainan kita paling dekat dengan kekuatan penuh kita. Kesenangan bermain yang tidak terhalang melepaskan segala macam endorfin positif dalam tubuh, melatih kesehatan, dan membuat kita merasa hidup sepenuhnya. Permainan belajar yang menciptakan suasana menggembirakan dan membebaskan kecerdasan penuh dan tidak terhalang dapat memberi banyak masukan.

Langkah-langkah permainan kartu soal dengan metode kerja kelompok adalah sebagai berikut. 1) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri atas 5 sampai 6 siswa. 2) Kartu soal yang ditulis oleh kelompok dikocok kemudian ditukar dengan kartu soal dari kelompok lain. 3) Setiap kelompok memecahkan soal yang telah diterima secara bersama-sama. 4) Guru memantau dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan. 5) Siswa mengoreksi jawaban dan pembahasan atas tugas kelompok didepan kelas.

Penggunaan metode kerja kelompok berbantuan permainan kartu soal tersebut terbukti sangat efektif. Terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menuntaskan soal cerita matematika dan peningkatan pada proses pembelajaran. Adapun peningkatan nilai rata–rata dalam perolehan hasil belajar siswa dari yang semula 59 menjadi 76, sehingga prestasi belajar matematika meningkat sebesar 17. Suatu prestasi yang menggembirakan. (ikd1/ton)

Guru SD Negeri 1 Sijeruk Kec. Kendal Kab. Kendal

Tinggalkan Balasan