Tumbuhkan Entrepreneurship dengan Menganalisa Peluang Usaha Barang dan Jasa

229
Tuswuri Handayani, S.Pd, M.Pd
Tuswuri Handayani, S.Pd, M.Pd

RADARSEMARANG.ID, Saat ini kewirausahaan mulai berkembang sangat pesat. Berbagai kalangan berusaha untuk mengembangkan potensi dengan berwirausaha agar dapat meraih keuntungan. Siswa tidak mau ketinggalan mencurahkan kreativitasnya dengan berwirausaha. Banyaknya pihak memberi perhatian, dari kalangan pengusaha, perbankan, hingga pendidik, membuat kewirausahaan menjadi gerakan yang populer.

Untuk tingkat SMK pembelajaran tentang kewirausahaan (entrepreneurship) diberikan melalui mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) yang bertujuan untuk membentuk siswa menjadi manusia secara utuh, berkarakter, pemahaman dan ketrampilan berwirausaha.

Mengapa banyak pihak peduli pada perkembangan kewirausahaan, hal ini merupakan salah satu cara untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Semakin banyak wirausaha tangguh tercipta, penganggur terdidik semakin berkurang jumlahnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pengangguran dari lulusan SMK menempati posisi teratas di mana data per Agustus 2018 mencapai 11,25% dari total penganggur. Jadi, inilah tantangan terbesar dunia pendidikan di tingkat SMK pada khususnya untuk berperan memajukan bangsa ini.

Entrepreneur adalah seseorang yang berani mengambil risiko, mampu mencium adanya peluang bisnis, mampu mendayagunakan sumber daya secara efektif dan efisien untuk memperoleh profit (Serian Wijatno: 2009). Dari pengertian tersebut dapat di ambil kata kunci, seperti berani, risiko, inovatif, dan kreatif. Kata kunci lain yang tidak bisa diabaikan adalah totalitas dan konsistensi. Dua hal inilah yang paling menentukan terus berlanjutnya eksistensi sebagai entrepreneur di antara proses jatuh dan bangun usahanya.

Semangat dan cita-cita tersebut harus terus dikobarkan. Yang lebih penting justru persiapan mental pelakunya. Menjadi wirausaha tidak berhenti pada fase ketika bisnis sudah berkembang dan laris, inovasi harus terus-menerus dilakukan karena itulah intinya kewirausahaan.

Salah satu KD dalam mapel PKK disebutkan “Menganalisis peluang usaha barang dan jasa”.

Berdasarkan sifat materi tersebut dapat dikembangkan oleh peserta didik menjadi enterpreneur muda. Karena peserta didik diajarkan melihat peluang yang ada di sekitarnya dengan melihat potensi sumber daya yang ada dan dapat dimanfaatkan menjadi produk barang atau jasa yang memiliki nilai ekonomi. Siswa juga diajak mengamati peluang pasar produk barang dan jasa dengan cara menganalisa peluang pasar yang muncul di setiap daerah. Untuk pengembangan produk barang bisa berupa makanan dan minuman yang dihasilkan dari sumber daya alam di sekitar peserta didik.

Sebagai contoh di Desa Boja banyak hasil bumi berupa ketela pohon dan singkong. Maka peserta didik diajak merancang suatu produk dari ketela pohon dan singkong yang akan dibuat menjadi produk dan kemasan baru dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dan kekinian. Seperti halnya bola-bola ketela singkong, ketela goring balur saus, ayam goring keripik singkong, pie ketela ayam, ketela lasagna, pizza dengan bahan dasar tepung singkong, dan masih banyak lagi. Makanan dengan bahan dasar yang diambil dari sumber daya alam yang ada akan lebih memudahkan dalam proses produksi dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. (by1/ton)

 

Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK N 3 Kendal