Senangnya Praktik Membuat Rangka Manusia dengan Bubur Kertas

4672
Caryati, S.Pd.SD. (Dokumen Pribadi)
Caryati, S.Pd.SD. (Dokumen Pribadi)

Oleh : Caryati, S.Pd.SD

 

RADARSEMARANG.ID, Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) merupakan salah satu mata pelajaran favorit siswa, khususnya siswa sekolah dasar. Menjadi favorit karena mereka tak perlu menghafal rumus-rumus, teori-teori yang panjang.

Memperdalam dan mempelajari ilmu seni baik yang berkaitan dengan seni rupa, seni musik, maupun seni tari dapat dilakukan lebih mudah jika langsung mempraktikkan.

Salah satu praktik yang biasa dilakukan untuk mengenal berbagai jenis seni rupa adalah membuat sebuah kerajinan tangan. Salah satu modifikasi bahan dasar kertas yang dapat dilakukan adalah membuat bubuk kertas sebagai bahan kerajinan tangan. Bubur kertas merupakan pemrosesan kertas bentuk lembaran menjadi bentuk yang lembek seperti bubur. Kertas yang digunakan haruslah yang mudah hancur dengan air, dalam hal ini yang paling cocok adalah kertas koran. Pada pembelajaran organ gerak pada manusia di kelas V SDN 03 Kedungbanjar, guru mengombinasikannya dengan pembelajaran SBdP yaitu membuat rangka manusia dengan menggunakan bubur kertas.

Pada praktik pembuatan kerangka manusia dengan bubur kertas, siswa menyiapkan bahan-bahannya beberapa hari sebelum praktik dilakukan. Yakni  gunting, ember, kertas koran, kawat kasa, pati kanji, cat warna, kuas dan balok kayu untuk alas rangka. Adapun langkah-langkah pembuatan kerajinan tersebut yaitu pertama buatlah kerangka patung dari kawat kasa di atas balok kayu yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran rangka.

Kedua potong-potonglah kertas koran menjadi serpihan-serpihan yang banyaknya disesuaikan kebutuhan (kira-kira cukup untuk menutup rangka) dan masukkan ke dalam ember. Ketiga, rendamlah serpihan-serpihan koran tersebut dengan air.

Keempat setelah rendaman serpihan koran lembek, angkat dan tumbuklah sampai halus dan campurkan dengan perekat pati kanji. Aduklah hingga berbentuk bubur, namun jangan sampai encer. Kelima tempelkan bubur koran tersebut pada rangka kawat.

Keenam keringkan kerangka yang sudah ditempeli bubur kertas dengan cara diangin-anginkan. Jangan dijemur langsung di bawah terik matahari agar tidak retak. Ketujuh warnailah dengan menggunakan cat. Proses pembuatan rangka manusia dengan menggunakan bubur kertas telah selesai.

Pembelajaran SBdP pada praktik membuat kerajinan ini dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas dengan bimbingan dan arahan guru. Siswa tampak antusias dan terlibat aktif pada setiap langkah-langkah pembelajaran tersebut. Mereka berlomba-lomba menghias hasil karyanya sebagus mungkin.Suasana pembelajaran terlihat riuh namun bermakna bagi siswa.

Setiap metode dan model yang diterapkan dalam pembelajaran pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan metode praktik langsung adalah pembelajaran lebih bermakna sebab anak secara langsung dapat mempelajari dan memecahkan masalah secara langsung. Metode ini sesuai dengan model pembelajaran konstruktivisme yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran saat ini. Yaitu merangsang anak untuk berfikir dalam memecahkan masalah, siswa lebih mudah mengerti dan memahami. Kelemahannya kadang membutuhkan biaya yang cukup besar, khususnya dalam praktik langsung terhadap alat-alat tertentu. Tanpa bimbingan secara baik, biasanya ada anak-anak yang mengalami kesulitan dan tidak mendapatkan bimbingan dengan benar dari gurunya. Terkadang alat dan bahan yang diperlukan sulit atau tidak dapat ditemukan di lingkungan anak.

Lepas dari kelebihan dan kelemahannya, metode praktik mempunyai beberapa manfaat. Antara lain memacu kemampuan dasar anak, memacu kebiasaan dan mental agar yang dipelajari anak dapat lebih mengena,tepat,dan berguna.

Penerapan metode praktik langsung dalam pembuatan rangka manusia menggunakan bubur kertas di SDN 03 Kedungbanjar, Kecamatan Taman dapat menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna di dalam kelas. (pm2/lis)

 

Guru SD Negeri 03 Kedungbanjar, Taman, Kabupaten Pemalang