alexametrics

Sasmita Indah, Bisnis Dimsum

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID – Membangun sebuah usaha tidaklah mudah. Perlu ketekunan, kesabaran, dan keuletan agar bisnis bisa berkembang. Jatuh bangun menjadi hal biasa dalam merintis setiap usaha. Seperti yang dialami Sasmita Indah. Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) ini pernah gagal berbisnis make up, masker, lotion, dan barang-barang kecantikan lainnya. Namun hal itu tak membuatnya putus asa. Kini, mantan penyiar radio ini menekuni bisnis dimsum.

Ia mengaku, sempat sekolah masak tentang kopi dan dimsum. Mulai dari cara membuatnya, resepnya, supplier-nya, dan lain sebagainya. Lulus dari sekolah masak, Sasmita mulai mencoba membuat dimsum sendiri. Ia bereksperimen untuk mendapatkan rasa dimsum yang enak. Ujicobanya membuahkan hasil. Akhirnya, ia membuka usaha Sar Dimsum yang awalnya dijual secara online melalui Instagram.

Usaha yang dirintis sejak Februari 2021 lalu itu kini sudah mempunyai outlet sendiri yang berlokasi di teras Alfamidi Jalan Wolter Monginsidi, Tlogomulyo, Semarang. Meski masih tergolong usaha baru, Sasmita bisa memperoleh omzet hingga jutaan rupiah dalam sebulan.

Sasmita mengaku memilih usaha ini, karena di Semarang belum banyak orang yang berjualan dimsum. “Tidak seperti usaha minuman yang sudah menjamur,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Varian menu yang ditawarkan Sar Dimsum di antaranya shumai ayam, lunpia kulit tahu, pangsit udang, dan shumai ayam hot jeletot. Ada juga menu lain seperti sate gembus dan sate tempe.

Diakui, kondisi pandemi saat ini tidak memengaruhi penjualan dimsum miliknya. Hal ini dikarena sudah dalam keadaan new normal. Orang-orang sudah bebas keluar rumah untuk mencari makanan. “Sekarang sudah ada kebijakan, tutup boleh sampai jam 22.00. Jadi, nggak terlalu berpengaruh,” akunya.

Selain berjualan dimsum, Sasmita juga membantu mengelola usaha petis milik ibunya. Awalnya, usaha petis ibunya dijual secara offline di rumah. Sasmita pun mengembangkan pemasarannya secara online melalui Instagram. Sampai saat ini usaha petis milik ibunya sudah memiliki banyak reseller. Pembelinya pun ada yang dari luar kota seperti Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan Jogja. (mg6/aro)

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Syekh Jumadil Kubro Generasi Pertama Walisongo

RADARSEMARANG.ID - Makam Syekh Maulana Jumadil Kubro ditemukan pada zaman penjajahan Belanda. Makamnya berlokasi di Jalan Arteri Yos Sudarso...

Lainnya

Menarik

Populer

Taman Pierre Tendean Usung Konsep Smart Park

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Taman Pierre Tendean bakal menjadi taman percontohan di Kota Semarang. Mengusung konsep Smart Park dengan sentuhan...