Amalia Damaianti, Ingin Mengabdi di Pedalaman

152
Amalia Damaianti. (ISTIMEWA)
Amalia Damaianti. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, Tubuhnya tinggi semampai. Kira-kira 165 sentimeter. Kulitnya kuning langsat. Tapi bukan hanya itu yang menarik dari Amalia Damaianti. Gadis manis kelahiran 5 Desember 1996 ini mendedikasikan hidupnya untuk mengajar anak-anak.

Menempuh pendidikan keguruan di Universitas PGRI Semarang merupakan jalan yang ditempuh untuk mewujudkan cita-citanya sebagai guru. Sebelum lulus, gadis yang akrab disapa Amel ini telah mengabdi sebagai relawan pengajar di Sanggar Sejuta Impian.

Di sana, Amel mengajar anak-anak tidak mampu di Kota Semarang. Sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, ia pun mengajar anak-anak untuk membaca, menulis, serta tak jarang mendongengkan mereka tentang cerita rakyat.

“Awal mulanya karena ikut Hima dan kami mengadakan program Sanggar Sejuta Impian. Tapi dari situ kemudian ketagihan mengajar. Apalagi kalau lihat senyum mereka,” papar Amel kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (31/7).

Kini, setelah lulus kuliah, Amel melanjutkan mimpinya sebagai guru di salah satu sekolah negeri di Kota Semarang. Meski begitu, keinginannya untuk mengabdi dan mengajar anak-anak kurang mampu masih terus dikejarnya.

Dara penerima beasiswa bidikmisi ini sekarang tengah berupaya untuk bisa mengajar di pedalaman Wonosobo. Keinginan tersebut timbul ketika ia bermain di kediaman sang nenek dan melihat banyak anak-anak di Wonosobo yang belum bisa mengakses pendidikan yang memadai. “Selalu tergerak ingin mengajar setiap melihat anak-anak di sana. Mudah-mudahan bisa segera mengabdi,” harapnya. (nor/aro)