Dhurra Ayu Tsalatsia, Ubah Citra Pasar Tradisional

289
Dhurra Ayu Tsalatsia. (DOKUMEN PRIBADI)
Dhurra Ayu Tsalatsia. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, Pasar tradisional di Kota Semarang menjadi inspirasi Dhurra Ayu Tsalatsia dalam membuat skripsi. Gadis 24 tahun ini mengangkat skripsi berjudul “Perencanaan Pasar Higienis di Semarang.” Pasar Bulu sebagai objek penelitiannya. Mahasiswi jurusan Arsitektur Universitas PGRI Semarang (Upgris) ini mendapat ide skripsi itu setelah diajak dosennya mengikuti proyek identifikasi kerusakan Pasar Johar yang terbakar pada 2015.

“Dari situ saya terinspirasi membuat skripsi tentang pasar tradisional. Apalagi sekilas revitalisasi Pasar Johar berjalan sukses, dan sekarang kondisinya lebih bersih,”kata Dhurra Ayu Tsalatsia kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurutnya, apabila pasar tradisional bisa dirawat dengan baik, terutama kebersihannya, pasti pengunjung akan semakin banyak. Untuk itulah, ia mengulas materi tersebut agar bisa memberikan gambaran tentang hal-hal yang harus diperhatikan pelaku pasar supaya bisa lebih bersih dan pengunjung menjadi betah.

“Melalui skripsi, saya mau mengubah citra pasar tradisional yang kumuh. Saya ingin pasar tradisional itu bersih. Seperti Pasar Peterongan, sekarang semakin tertata dan bersih,” ujarnya.

Dara kelahiran 15 Desember 1996 ini juga sudah melakukan observasi di Pasar Bulu. Menurutnya, pasar ini sudah cukup higienis. Hanya saja, di beberapa bagian masih memerlukan perawatan, khususnya berkaitan dengan sampah. “Tempat pembuangan sampah harus dipikirkan secara matang, baik dari posisi dan lokasinya, agar baunya tidak menyebar, mengganggu pengunjung dan pedagang,” ungkap mantan Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Prodi Arsitektur Upgris ini.

Di kampus, putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Mansur dan Fatimatuzzahra ini cukup aktif dalam berorganisasi. Baginya, organisasi bisa menambah wawasan dan kemampuan guna melatih mental sebelum masuk dunia kerja. Setelah kuliah S1, ia akan langsung melanjutkan studi magister dan profesi arsitek. “Harapan saya, ingin membahagiakan keluarga, terutama kedua orang tua saya. Keduanya selalu memberikan semangat, saran, nasihat, dan dukungan baik di waktu senang maupun susah,”katanya. (jks/aro)