Bijak Berkomentar di Media Sosial

184
Ruth Novita Lusiani. (Dokumen Pribadi)
Ruth Novita Lusiani. (Dokumen Pribadi)

RADARSEMARANG.ID, Media sosial sebagai wadah komunikasi akhir-akhir ini sering digunakan tidak sesuai tempatnya. Banyak warganet yang cenderung melakukan hate speech atau ujaran kebencian menggunakan akun palsu. Fenomena tersebut membuat Ruth Novita Lusiani merasa prihatin.

“Aku salah satu pengguna media sosial merasa prihatin. Karena media sosial tidak dimanfaatkan dengan baik,”ujar Ute- sapaan akrabnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Alumnus jurusan Komunikasi Universitas Kristen Setya Wacana (UKSW) Salatiga ini menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih jika warganet menggunakan akun palsu untuk mem-bully orang.

“Kayak Instagram untuk mem-bully orang yang secara fisik tidak sempurna. Mem-bully artis dengan fake account tanpa menunjukkan identitasnya,”ujar gadis berusia 22 tahun ini.

Menurutnya, sebagai pengguna media sosial yang baik tidak sepantasnya seperti itu. Pengguna yang baik, harus bisa membedakan dunia nyata dengan dunia maya.

“Jangan sampai kita berkomentar denga bahasa yang kasar dan mengarah ke bullying. Karena saat kita berkomentar, itu akan menunjukkan sifat kita ketika dilihat oleh orang lain atau pengguna lain,”terang gadis berzodiak Scorpio ini.

Baginya, memanfaatkan media sosial susah-susah gampang. Jika tidak berhati-hati dalam komentar, sanksi atau pasal yang mengikat akan menjerat pengguna yang bersangkutan.

“Apalagi sekarang ada Undang-undang ITE yang mengatur secara sistemik. Database juga akan gampang dilacak oleh aparat meskipun kita menggunakan akun palsu,”jelas gadis asli Semarang ini.

Ia mengajak warganet untuk seimbang dalam memanfaatkan media sosial. Baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya. Milenial harus bijak dalam memanfaatkan media sosial. “Harus jadi diri sendiri ketika menggunakan media sosial. Sesuai porsi yang sepantasnya dan sesuai kapasitas kita,”katanya. (avi/aro)





Tinggalkan Balasan