Rizki Amalia Enjoy Kerja di K3 PLTU

279
Beki Rizki Amalia. (DOKUMEN PRIBADI)
Beki Rizki Amalia. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, Bekerja di bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3), tak membuat Beki Rizki Amalia merasa canggung. Wanita 24 tahun ini merupakan satu-satunya pekerja wanita di bidang K3 yang ada di megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang.

Ia menilai dunia konstruksi itu tidak ada matinya, di situlah keselamatan perlu ditekankan. Jam kerjanya pun penuh dari Senin hingga Minggu.

“Mungkin yang selama ini orang awam bayangkan, bekerja di bidang Health Safety Environment (HSE/K3) itu berat. Nyatanya saya sudah bekerja di sini selama lebih dari dua tahun, dan enak-enak aja sih,” kata alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Sedangkan untuk perbandingan gender sangat jauh. Di perusahaannya, Beki satu-satunya wanita di antara 10 petugas K3. Tujuan pekerjaannya cukup mulia, untuk memelihara kesehatan dan keselamatan kerja.

“Waktu kuliah semester awal, saya masih ngrengek minta pindah fakultas aja pas ada pendaftaran mahasiswa baru. Karena saya masih tidak tahu apa-apa mengenai FKM. Seiring berjalannya waktu mulai paham. Gak munafik, dulu mikirnya karena gajinya gede,” ucapnya sembari bercanda.

Dari semester ke semester, mahasiswi Undip angkatan 2013 itu mulai searching tentang K3. Ia mulai fokus memperdalam ilmu tersebut. Bukan lagi melihat gaji, tapi lebih ke prospek ke depannya.

“Memang yang ada di bayangan saya selama kuliah adalah kira-kira nanti kalau lulus mau kerja di mana ya? Ada gak ya perusahaan yang menerima cewek?” tuturnya.

Kini, Beki merasa enjoy bekerja meski berada di tengah-tengah kaum Adam di lokasi proyek. “Semua tidak ada masalah. Kesulitan memang ada, tapi itu bukan di pekerjaan utama,” katanya. (yan/aro)





Tinggalkan Balasan